<urlset xmlns="http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9" xmlns:video="http://www.google.com/schemas/sitemap-video/1.1">
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260420-260420059/video-bolak-balik-rumah-sakit-karena-kolik-diduga-autoimun-ini-kisah-andaru]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Video: Bolak-balik Rumah Sakit karena Kolik-Diduga Autoimun, Ini Kisah Andaru]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Andaru Yasa Alsaki, anak yang baru berusia 6 tahun ini, harus merasakan situasi rumah sakit dan obat-obatan sejak lahir. Menurut ibunya, Tanty Oktabalia, Andaru terlahir dengan tali pusar seperti berair dan perut keras. Andaru kemudian masuk inkubator dan dibolehkan pulang ke rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak lama, Andaru kembali menjalani perawatan karena kolik dan kerap nangis. Berat badan Andaru juga tidak mudah naik, hingga harus menjalani perawatan dokter. Di tahap ini juga baru diketahui kadar leukosit dalam tubuh Andaru sangat tinggi, namun belum diketahui penyebabnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bolak-balik ke rumah sakit dengan berbagai hasil diagnosis dan pengobatan tentu menimbulkan tanda tanya. Apalagi waktu dan biaya yang diperlukan tidak murah, sedangkan Tanty belum punya penghasilan tetap. Meski begitu, Tanty tetap melaksanakan saran dokter demi kesembuhan Andaru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Tanty, kondisi Andaru menimbulkan pertanyaan para tenaga kesehatan yang menanganinya. Karena tidak kunjung sembuh, ada dugaan Andaru mengalami penyakit autoimun atau cystic fibrosis. Namun bukan hal mudah menegakkan diagnosis gangguan ini dan terapi yang dibutuhkan pasiennya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2026/04/20/4e36861ad8944047954031ef8473e83f-20260420203516-0s.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260420059</video:player_loc>
                        <video:duration>40</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260420-260420055/video-alami-glaukoma-sejak-lahir-balita-wulan-tidak-kehilangan-harapan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Video: Alami Glaukoma Sejak Lahir, Balita Wulan Tidak Kehilangan Harapan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Putri Wulandari, putri bungsu pasangan Heni Amelia dan Sabar Riyadi, terdiagnosis glaukoma sejak lahir (kongenital). Kondisi langka ini mengakibatkan bola mata kanannya lebih besar dibandingkan kiri dan terlihat keruh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di usia 5 bulan, Wulan mulai sering bolak-balik rumah sakit untuk penegakan diagnosis dan tindakan medis yang harus diambil. Hasil pemeriksaan akhirnya bisa diketahui setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kirana UPK Mata.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Glaukoma yang dialami hingga kini berusia 2 tahun mengakibatkan bola mata Wulan tak henti berair. Selain itu, kondisi tumbuh kembang Wulan terdampak dengan kemampuan jalan dan bicara terbatas. Dia juga selalu menangis karena rasa tak nyaman dalam bola matanya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/04/20/alami-glaukoma-sejak-lahir-balita-wulan-tidak-kehilangan-harapan-1776662708691_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260420055</video:player_loc>
                        <video:duration>46</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260406-260406030/video-krisis-air-bersih-di-kadujajar-2-km-ditempuh-demi-setetes-air-bersih]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Air bersih adalah kebutuhan dasar setiap manusia untuk bisa hidup layak. Namun, air bersih belum diperoleh warga Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Akibatnya, warga harus jalan jauh demi memperoleh air bersih untuk mandi, mencuci, masak, dan kebutuhan lain tiap hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kesulitan air bersih makin terasa saat musim kemarau, ketika sumber air kering dan kotor. Kondisi serupa juga dialami ponpes tersebut yang mengandalkan sumur air dangkal sedalam 14 meter. Saat tim berbuatbaik.id berkunjung, air sumur yang digali bersama para santri tersebut tampak kotor dan banyak sampah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Desa Kadujajar membutuhkan sumur dalam untuk penyediaan air bersih teratur bagi seluruh warga. Sumur bor dan mesinnya membantu menepiskan rasa khawatir warga serta para santri, terkait terbatasnya air bersih di wilayah tersebut. Hasilnya, masyarakat Desa Kadujajar bisa beraktivitas dengan baik untuk memperbaiki kesejahteraannya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/04/06/krisis-air-bersih-di-kadujajar-2-km-ditempuh-demi-setetes-air-bersih-1775454764777_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260406030</video:player_loc>
                        <video:duration>39</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260406-260406028/video-rumah-singgah-yayasan-kita-peduli-tempat-pasien-kanker-menenun-harapan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Video: Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli, Tempat Pasien Kanker Menenun Harapan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Seorang pasien tentu ingin segera sembuh dari penyakit dan melanjutkan kehidupan. Hal serupa jadi harapan pasien kanker yang masih bergelut dengan banyak proses pengobatan. Dengan harapan itulah, peran rumah singgah menjadi sangat penting bagi pemulihan pasien kanker.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rumah singgah, salah satunya Yayasan Kita Peduli di Solo, Jawa Tengah, menjadi tempat pasien kanker menenun harapan. Apalagi Gerry Prayudi, ketua yayasan, adalah seorang survivor kanker kemih tahun 2018. Setelah operasi dan tindakan medis lain, Garry dinyatakan sembuh tahun 2021.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seiring dengan banyaknya pasien yang bergantian mengisi kamar di Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli, kebutuhan dana operasional juga terus membengkak. Apalagi yayasan ini berkomitmen menyediakan pendampingan dan pelayanan sebaik-baiknya untuk para pasien kanker.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/04/06/rumah-singgah-yayasan-kita-peduli-tempat-pasien-kanker-menenun-harapan-1775454377918_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260406028</video:player_loc>
                        <video:duration>45</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260223-260223123/terdiagnosis-tumor-kandung-kemih-ayra-punya-cita-cita-jadi-dokter]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Terdiagnosis Tumor Kandung Kemih, Ayra Punya Cita-cita Jadi Dokter]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Ayra Shirly Heryanto, putri tunggal Ernawati dan Fajar Heryanto ini, tak kehilangan harapan meski terbaring sakit. Di usianya yang baru 5 tahun, Ayra harus bolak-balik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan tumor kandung kemih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi tersebut telah menyita sebagian besar waktu Ayra, yang biasanya habis di sekolah dan bermain. Kendati begitu, Ayra tak kehilangan cita-cita menjadi dokter di kemudian hari. Ayra bahkan sudah mulai bisa membaca kata-kata sederhana.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/02/23/berbuatbaik-1771839944101_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260223123</video:player_loc>
                        <video:duration>44</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260129-260129006/sakit-hingga-harus-cuci-darah-kisah-ibu-yang-berjuang-sembuh-demi-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Sakit hingga Harus Cuci Darah, Kisah Ibu yang Berjuang Sembuh Demi Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Rumah petak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi saksi besarnya keinginan Siti Sholeha untuk sembuh. Ditemani Ibrahim suaminya, Siti tak pernah absen kontrol dan cuci darah akibat gagal ginjal di rumah sakit serta klinik rujukan BPJS Kesehatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keinginan membantu keluarga, bahagia bersama, hingga melihat kedua anaknya kelak menikah jadi pecut utama bagi Siti Sholeha. Apalagi sebelum sakit, Siti bersama suaminya bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga dengan menyediakan jasa cuci dan gosok baju.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/01/29/berbuat-baik-1769635418890_169.webp?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260129006</video:player_loc>
                        <video:duration>56</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260114-260114096/minim-alat-belajar-dan-buku-santri-korban-banjir-bali-tetap-semangat]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Minim Alat Belajar dan Buku, Santri Korban Banjir Bali Tetap Semangat]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Para santri dan guru di Pondok Pesantren (PP) Thariqul Mahfudz masih mengenang dahsyatnya banjir pada Oktober 2022. Hujan semalaman telah merusak perlengkapan belajar dan beragam kitab yang menjadi sumber ilmu. Beragam catatan rujukan juga hancur terendam banjir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tiga tahun berlalu, namun kenangan tersebut masih menyisakan jejak. Meja dan buku untuk belajar belum sepenuhnya tersedia bagi tiap santri. Akibatnya, para santri menggunakan peralatan yang ada bergantian agar tak ketinggalan mengejar ilmu.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/01/14/berbuat-baik-1768380748189_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260114096</video:player_loc>
                        <video:duration>64</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20260114-260114095/kakak-adik-mengalami-gangguan-otak-microcephaly-kasih-ibu-tak-pernah-surut]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kakak-Adik Mengalami Gangguan Otak Microcephaly, Kasih Ibu Tak Pernah Surut]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Wayan Pande Wiati, ibu dari Pande Leonita dan Pande Budi Sedana, tak pernah menyangka kondisi yang akan dialami buah hatinya. Di usia yang menginjak 12 dan 8 tahun, kakak-adik ini belum bisa beraktivitas layaknya anak seusia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keduanya lebih banyak berbaring dalam rumahnya yang terletak di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kepala keduanya kecil khas pasien microcephaly dengan perkembangan otak dan kemampuan kognitif terbatas.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2026/01/14/berbuat-baik-1768380421259_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/260114095</video:player_loc>
                        <video:duration>73</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251227-251227013/dikepung-tumor-teratoma-immature-balita-chiara-ingin-sembuh-dan-sehat]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Dikepung Tumor Teratoma Immature, Balita Chiara Ingin Sembuh dan Sehat]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh sehat dan kuat. Sayang harapan tersebut belum bisa terwujud bagi Mazilla Azmi, ibu dari bayi 8 bulan Chiara Humaira Ramadhani yang mengalami teratoma immature.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teratoma, dikutip dari situs Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), adalah jenis tumor ganas yang bisa berkembang menjadi organ atau jaringan. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, salah satunya kelainan genetika.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/12/27/berbuat-baik-1766804457906_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251227013</video:player_loc>
                        <video:duration>54</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251227-251227010/dibuang-orang-tua-dan-hidup-terbatas-anak-anak-panti-asuhan-menanti-aksi-baik]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Dibuang Orang Tua dan Hidup Terbatas, Anak-anak Panti Asuhan Menanti Aksi Baik]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Usia anak sudah selayaknya dilimpahi kasih sayang orang tua dan tidak perlu memikirkan pahitnya hidup. Hal sebaliknya terjadi pada anak-anak di Panti Asuhan Bakti Luhur di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus menghadapi kenyataan buruk sejak dini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kurang kasih sayang ditambah hidup dalam keterbatasan, mengakibatkan anak-anak ini sudah kenal akrab dengan kata prihatin dan berbagi. Makanan, minuman, bahkan sabun harus digunakan sehemat mungkin agar semua bisa merasakannya dan tidak ada yang terbuang.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/12/27/berbuat-baik-1766803031290_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251227010</video:player_loc>
                        <video:duration>54</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251227-251227008/sering-kejang-dan-gagal-napas-zayn-bertahan-dengan-gangguan-otak-lissencephaly]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Sering Kejang dan Gagal Napas, Zayn Bertahan dengan Gangguan Otak Lissencephaly]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Bertahan hidup dengan gangguan otak langka lissencephaly sungguh bukan hal mudah bagi balita 1 tahun Zayn Ellbarak Malik. Sang ibu Namira Maulidya Ningsih harus mondar-mandir kontrol ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dari rumahnya di Kampung Baru Babakan, Bojong Gede, Bogor hingga empat kali dalam seminggu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Zayn yang lahir pada 6 Oktober 2024 awalnya terdiagnosa mengalami microcephaly. Lingkar kepala bungsu dari tiga bersaudara ini sangat kecil dibanding perkembangan tubuh dan usianya. Otak Zayn tidak bisa tumbuh dan membantunya mengembangkan berbagai kemampuan hingga bisa semakin mandiri.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/12/27/berbuat-baik-1766802049458_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251227008</video:player_loc>
                        <video:duration>75</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251208-251208021/kebaikan-mengantar-devi-bangkit-dari-tragedi]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kebaikan Mengantar Devi Bangkit dari Tragedi]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tidak ada yang pernah membayangkan hidup Devi akan berubah secepat itu. Gadis 20 tahun ini masih duduk di bangku sekolah ketika sebuah truk tronton menghantam motor yang ia tumpangi. Tubuhnya terseret beberapa meter, menghancurkan panggul, merusak saluran kandung kemih, dan membuat pahanya robek parah. Sejak hari itu, dunia Devi tidak lagi sama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sampai akhirnya, uluran tangan dari para Sahabat Baik mengubah segalanya. Melalui penggalangan dana di berbuatbaik.id, terkumpul Rp 21.968.515 sebuah jumlah yang menjadi titik balik perjalanan Devi. Dana ini digunakan untuk membeli kursi roda, kantong stoma, pampers, hingga membiayai pengobatan alternatif yang sebelumnya tidak mampu ia jalani.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/12/08/berbuat-baik-1765154054405_169.webp?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251208021</video:player_loc>
                        <video:duration>47</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251116-251116088/ketika-dunia-gibran-hanya-diam-tapi-cinta-ibu-tak-pernah-padam]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Ketika Dunia Gibran Hanya Diam, Tapi Cinta Ibu Tak Pernah Padam]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di rumah sederhana di Desa Cugenang, Kabupaten Cianjur, seorang bocah bernama Gibran hanya bisa terbaring lemah di kasur tipis. Usianya baru 10 tahun, namun tubuh kecilnya sudah bertarung sejak bayi. Ia mengalami cerebral palsy, kelainan otak yang membuatnya tak bisa berjalan, berbicara, bahkan tidak mampu merespons suara orang-orang di sekitarnya termasuk suara lembut ibunya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melalui platform berbuatbaik.id, Eneng menemukan secercah harapan baru, untuk membantu membeli makanan khusus, susu, obat, dan kebutuhan medis harian Gibran. Hingga kini, sudah terkumpul Rp 7.078.231 bukti bahwa masih banyak hati yang peduli dan mau berbagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah Gibran bukan hanya tentang sakit dan keterbatasan, tapi juga tentang cinta tanpa syarat, perjuangan seorang ibu, dan makna kemanusiaan. Tidak semua orang terlahir sempurna, tapi setiap orang berhak untuk hidup dengan layak.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/11/16/berbuat-baik-1763303616411_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251116088</video:player_loc>
                        <video:duration>48</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251112-251112005/tegarnya-kartini-tuna-netra-penjual-keripik-yang-merawat-2-anak-tanpa-suami]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tegarnya Kartini, Tuna Netra Penjual Keripik yang Merawat 2 Anak Tanpa Suami]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di sudut kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kartini (28) duduk menunggu pelanggan datang membeli keripik dagangannya. Sembari berjualan, pendengaran Kartini waspada menjaga dua anaknya, Nabil (2) dan Nayla (6). Kartini hanya mengandalkan pancaindra lainnya selain penglihatan, sejak matanya tak mampu lagi melihat sempurna.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mata janda ini hanya dapat melihat sekilas cahaya. Sementara bentuk dan rupa manusia di sekitarnya tidak jelas. Indra penglihatan Kartini hilang sejak dia kecil dan diagnosis mengalami katarak.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/11/12/berbuatbaik-1762890671406_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251112005</video:player_loc>
                        <video:duration>48</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251029-251029115/menabur-kebaikan-untuk-lansia-yang-dilupakan-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Menabur Kebaikan untuk Lansia yang Dilupakan Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Ada panti lansia yang jauh dari keramaian di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Panti yang bernama Berdikari ini tidak lah besar dan dihuni oleh 39 lansia dan para belasan pengasuhnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim berbuatbaik.id berkesempatan mengunjungi mereka yang banyak dilupakan keluarga di saat umurnya semakin senja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salah satu yang ditemui adalah Maswanih (82) duduk di kursi roda dan tengah bersama beberapa teman lansianya. Dengan genggaman tangan yang lemah, Maswanih menceritakan alasan dirinya berakhir di panti ini.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/10/29/berbuat-baik-1761730161104_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251029115</video:player_loc>
                        <video:duration>48</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251022-251022145/tanpa-kaki-tangan-sempurna-anak-pembuat-kusen-hidup-tegar-ajarkan-persahabatan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tanpa Kaki Tangan Sempurna, Anak Pembuat Kusen Hidup Tegar Ajarkan Persahabatan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sahabat Baik. masih ingat video viral siswi SD menyuapi temannya yang tak mempunyai kaki tangan sempurna? Mereka adalah Rizky dan Marwah, sepasang sahabat kelas 1 SD dari Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;#SahabatBaik, Rizky tidaklah sempurna secara fisik namun dirinya tak pernah putus untuk terus bersyukur. Kisah Rizkypun menjadi inspirasi untuk terus memberikan kebaikan secara tulus tanpa memandang apapun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kamu pun bisa Berbuat baik kepada Rizky agar tetap semangat menjalani hidup dengan berbagi sedikit rezeki kamu lewat Donasi di berbuatbaik.id. Donasi yang akan disalurkan kepada Rizky akan diberikan 100% tanpa potongan biaya apapun! Yuk, mulai berbuat baik hari ini!&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/10/22/berbuat-baik-1761125691169_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251022145</video:player_loc>
                        <video:duration>45</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251020-251020107/meliuk-menahan-sakit-hadijah-ditelantar-ibu-sebab-derita-sakit]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Meliuk Menahan Sakit, Hadijah Ditelantar Ibu Sebab Derita Sakit]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Siang itu panas semakin membuat tubuh Hadijah Al Amir (10) semakin tak nyaman. Dia beberapa kali mengerang dan mendadak kaku. “Sakit, sakit…” katanya lirih meminta pertolongan. Kalau sudah begini, sang kakek, Niin, buru-buru melipat kaki Hadijah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sungguh pemandangan yang memilukan dan mengiris hati. Hadijah yang kerap disapa Siti ini telah menderita cerebral palsy sejak dia berusia 5 tahun. Berbagai operasi pun telah dilakukan namun tak ada perkembangan yang signifikan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/10/20/berbuat-baik-1760955020745_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251020107</video:player_loc>
                        <video:duration>48</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20251015-251015002/berbahagia-kediaman-mbah-landep-semakin-baik]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Berbahagia, Kediaman Mbah Landep Semakin Baik]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Meski terkendala bahasa, nyatanya ungkapan terima kasih yang paling tulus dari Mbah Landep tetap tersampaikan dengan baik. Hal itu dia buktikan dengan senyuman dan pancaran kebahagiaan dari wajahnya yang sudah semakin menua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Puji syukur donasi untuk Mbah Landep dan adik-adiknya dengan gangguan jiwa telah tersalurkan sebesar Rp 27.810.642. Pak Yoyok, selaku relawan berbuatbaik.id pun menjelaskan sekarang rumah Mbah Landep sudah mempunyai sekat kamar hingga televisi baru.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/10/15/berbuat-baik-1760467427245_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/251015002</video:player_loc>
                        <video:duration>43</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250930-250930095/senyum-ketabahan-taufiq-anak-3-tahun-alami-jantung-bocor-dan-stroke]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Senyum Ketabahan Taufiq, Anak 3 Tahun Alami Jantung Bocor dan Stroke]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Taufiq Alfarizi (3) dengan senyum gemasnya menyambut tim berbuatbaik.id di kediamannya di kawasan Cilodong, Depok. Namun siapa sangka di balik polahnya yang begitu lucu, Taufiq berjalan dengan terseok seok, tangannya menekuk, kakinya pun tak sempurna menapak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adiknya, Zahra Khadeejah (1) juga memiliki kondisi yang memprihatinkan. Tubuhnya begitu mungil tak seperti anak-anak lainnya akibat stunting dan gizi buruk. Tak heran dia tidak selincah anak seusianya ketika bermain. Bahkan berat badannya saat ini hanya 7 kg, sedangkan target berat badan seharusnya adalah 9-10 kg.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/30/berbuat-baik-1759227447548_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250930095</video:player_loc>
                        <video:duration>62</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250925-250925058/tak-pernah-padam-semangat-sakir-hidupi-3-anak-disabilitas-dari-jualan-dawet]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tak Pernah Padam Semangat Sakir Hidupi 3 Anak Disabilitas dari Jualan Dawet]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Mempunyai 3 anak disabilitas, menjadi takdir bagi Waginem (63) dan Sakir (65). Namun tak sekalipun pasutri ini berputus asa atas kehendak Ilahi. Anak bungsunya, Welas (18), sejak lahir tak pernah melihat dunia karena dirinya terlahir tuna netra. Anak yang duduk di bangku SMP SLB ini masih membutuhkan orang lain untuk beraktivitas di rumah. Sementara itu, anak ketiga bernama Triyanti (27) juga berkebutuhan khusus karena mengalami disabilitas intelektual. Walaupun begitu, dibanding saudara lainnya, Tri lebih mandiri bahkan bisa membantu pekerjaan rumah orangtuanya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/25/berbuat-baik-1758747263853_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250925058</video:player_loc>
                        <video:duration>60</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250921-250921169/dirundung-mirip-alien-anak-tukang-ojek-ingin-hidup-dengan-rasa-aman]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Dirundung Mirip Alien, Anak Tukang Ojek Ingin Hidup dengan Rasa Aman]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Ilyas, bocah umur 8 tahun, terlihat berbeda secara fisik. Tidak seperti anak-anak lainnya, anak tukang ojek ini mengalami tumor getah bening yang membuat rupa wajahnya tak simetris bahkan menghitam. Meskipun divonis penyakit keras itu sejak balita, Ilyas tetap ceria bermain bersama teman-temannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ilyas awalnya didiagnosis glaukoma dengan tekanan bola mata tinggi hingga 31, yang berisiko menyebabkan kebutaan. Ia dirujuk ke RSCM, namun operasi belum bisa dilakukan karena usianya masih kecil. Selama tiga tahun ia menjalani rawat jalan dan konsumsi obat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian, dokter baru menemukan adanya tumor di kelenjar getah bening. Syukurlah, setelah terapi medis dan herbal selama kurang lebih 7 tahun&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/21/berbuat-baik-1758459824095_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250921169</video:player_loc>
                        <video:duration>65</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250914-250914132/dapat-donasi-dari-sahabat-baik-sifa-mulai-rutin-terapi-dan-penuhi-kebutuhan-susu]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Dapat Donasi dari Sahabat Baik, Sifa Mulai Rutin Terapi dan Penuhi Kebutuhan Susu]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Bu Sukamti, ibunda Sifa, menyambut gembira tim berbuatbaik.id yang datang dari Jakarta khusus untuk menjenguk Sifa. Anak penderita cerebral palsy ini kelihatan lebih segar dan tubuhnya makin berisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bu Sukamti mengaku donasi sebesar Rp 15.071.000, dia pergunakan sepenuhnya untuk keperluan Sifa, mulai membeli susu, selang NGT hingga popok sekali pakai. Kabar bahagia lainnya, kini Sifa juga sudah rutin menjalani terapi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelumnya terapi dilakukan di rumah sakit, namun semakin membaiknya kondisi Sifa maka terapi cukup dilakukan di rumah saja.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/14/berbuat-baik-1757860922513_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250914132</video:player_loc>
                        <video:duration>54</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250907-250907038/donasi-sahabat-baik-bantu-kehidupan-sehari-hari-ratmin-saat-pesanan-sepi]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Donasi Sahabat Baik, Bantu Kehidupan Sehari-hari Ratmin Saat Pesanan Sepi]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Menjadi seorang penjahit, membuat penghasilan Pak Ratmin tak menentu. Terkadang pesanan jahitan begitu sepi sehingga dia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Syukur dia panjatkan dengan hadirnya donasi dari berbuatbaik.id sebesar Rp 22.200.222 yang membuat dapurnya bisa mengepul.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/07/berbuat-baik-1757251125325_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250907038</video:player_loc>
                        <video:duration>48</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250902-250902003/tangis-mbok-darmi-alami-stroke-dan-tinggal-sendirian-di-gubuk-reyot]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tangis Mbok Darmi, Alami Stroke dan Tinggal Sendirian di Gubuk Reyot]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Seorang wanita lanjut usia (lansia) di Pemalang kondisinya memprihatinkan. Wanita yang kerap disapa Mbak Darmi (62) ini sakit stroke sehingga sulit berjalan dan bicara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Warga Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Pemalang ini tinggal seorang diri di rumahnya. Anaknya merantau di Jakarta dan sudah lama tidak pulang. Beruntung, tetangga di sekitarnya cukup perhatian.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/09/02/berbuat-baik-1756751835571_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250902003</video:player_loc>
                        <video:duration>53</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250826-250826041/mantan-cleaning-service-berjuang-berdiri-lagi-untuk-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Mantan Cleaning Service Berjuang Berdiri Lagi untuk Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Air mata Bu Ooy tak terbendung saat menceritakan kembali betapa hidupnya berubah dalam satu hari. Malam itu, menjelang salat terawih, Bu Ooy berusaha meraih mukena di atas lemari dan berakhir naas terjatuh hingga menyebabkan sebelah kiri tubuhnya tak lagi bisa digerakkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Tingginya setengah meter. Terus pinggir ini nih. Kena pinggir lemari gini. Pala dijahit. Bawa ke RSUD terus ini juga mungkin agak retak kali ya karena jatuh itu,&quot; ungkapnya kepada tim berbuatbaik di kediamannya di kawasan Cileungsi, Kab Bogor.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/26/berbuat-baik-1756192979337_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250826041</video:player_loc>
                        <video:duration>73</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250815-250815114/hari-anak-nasional-berbuatbaik-id-dan-solidaritas-erlangga-donasikan-ratusan-buku-ke-anak-pemulung-petani]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hari Anak Nasional, berbuatBaik.id dan Solidaritas Erlangga Donasikan Ratusan Buku ke Anak Pemulung &amp; Petani]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Membiasakan anak-anak untuk membaca tentunya sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka di masa mendatang. Namun, sayangnya, tidak semua anak beruntung mendapat kesempatan untuk memiliki buku-buku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oleh karena itu, platform digital penggalangan dana berbuatbaik.id mendonasikan ratusan buku untuk anak-anak pemulung dan petani. Langkah ini dimaksudkan juga untuk memperingati Hari Anak Nasional 2025.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/15/berbuat-baik-1755253930962_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250815114</video:player_loc>
                        <video:duration>69</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250807-250807116/pilu-hidup-nenek-syamsiah-sakit-sakitan-mengurus-anak-disabilitas-di-rumah-tak-layak]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Pilu Hidup Nenek Syamsiah, Sakit-sakitan Mengurus Anak Disabilitas di Rumah Tak Layak]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Beberapa kali Nenek Syamsiah (48) meringis kesakitan karena telunjuk kanannya bengkak dan membiru akibat luka diabetes. Dia pun telah meminum obat dari puskesmas sembari membalurinya dengan tanaman herbal agar lukanya mengering.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Dulu, belakangku ini berlubang dari satu kulit ke kulit lain dan tangan saya ini yang paling parah. Ini baru-baru saja sembuh tapi ini tidak sakit tapi telunjuk tanganku ini sangat sakit sekali,&quot; keluhnya menahan nyeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Luka ini membuat Nenek Syamsiah tak bisa beraktivitas sehari-hari. Kepalanya pun pusing padahal dia.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/07/berbuat-baik-1754559675275_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250807116</video:player_loc>
                        <video:duration>70</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250801-250801010/anak-down-syndrome-dan-kolong-jembatan-binaan-berbuatbaik-id-jadi-player-escort-timnas]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Anak Down Syndrome dan Kolong Jembatan Binaan berbuatbaik.id Jadi Player Escort Timnas]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Anak kolong jembatan hingga anak-anak dengan down syndrome menjadi kids escort atau pendamping pemain pada laga perdana AFF Cup U23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ini merupakan wujud kolaborasi antara berbuatbaik.id dengan PSSI.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Content Lead berbuatbaik.id, Mustiana Lestari, mengatakan kolaborasi ini sudah berlangsung dua kali. Pertama, saat mereka mengajak anak-anak penghafal Al-Qur'an jadi kids escort beberapa waktu lalu.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/08/01/berbuat-baik-1754004126603_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250801010</video:player_loc>
                        <video:duration>66</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250727-250727043/tanpa-ayah-dan-ibu-bocah-tak-dapat-bicara-dan-berjalan-ini-berjuang-hidup-dalam-asuhan-nenek]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tanpa Ayah dan Ibu, Bocah Tak Dapat Bicara dan Berjalan Ini Berjuang Hidup dalam Asuhan Nenek]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di pelosok Jakarta Timur, Ubay, anak berusia 7 tahun, menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan. Sejak lahir, Ubay telah menghadapi berbagai masalah kesehatan yang membuatnya bergantung pada perawatan medis intensif hingga sampai saat ini kondisinya memprihatinkan karena tak dapat bicara dan berjalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ubay lahir dengan kondisi kesehatan yang sangat rapuh. Sejak dini, ia menderita anemia berat (HB rendah), darah yang tidak stabil, dan hiperbilirubinemia, yang menyebabkan matanya menjadi kuning. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuhnya tidak memproduksi cukup sel darah merah atau bahwa sel-sel darah merahnya rusak lebih cepat daripada yang bisa dihasilkan oleh tubuhnya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/07/27/berbuat-baik-1753620212963_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250727043</video:player_loc>
                        <video:duration>70</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250723-250723008/renovasi-rumah-mbah-mujanah-tak-lagi-sengsara]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Renovasi Rumah, Mbah Mujanah Tak Lagi Sengsara]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Masih teringat di benak Mbah Mujanah, rumahnya dulu yang berupa tumpukan bambu dan sering terendam saat banjir rob datang. Kini kondisi memprihatinkan tersebut telah sirna. Si Mbah sudah punya rumah sendiri yang menempel dengan rumah anaknya. Rumahnya pun sudah permanen dan jauh dari banjir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal ini tak lepas dari kebaikan sahabat baik yang telah memberikan donasi senilai Rp 36.562.000.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/07/23/berbuat-baik-1753215202480_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250723008</video:player_loc>
                        <video:duration>69</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250723-250723006/lahir-piatu-anak-pencari-ikan-alami-cerebral-palsy-pasif-tegar-hadapi-cobaan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Lahir Piatu, Anak Pencari Ikan Alami Cerebral Palsy Pasif Tegar Hadapi Cobaan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Andini terbaring kaku dengan leher mendangak ke atas sesekali mengerang namun tak jarang juga di tersenyum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di atas kasur tipis Andini terasa lebih tenang dalam buaian ibu sambungnya, Sijah. Walaupun Andini bukan lahir dari rahimnya, Sijah begitu lembut mengasihi Andini yang mengalami Cerebral Palsy tipe pasif.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/07/23/berbuat-baik-1753213735554_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250723006</video:player_loc>
                        <video:duration>70</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250627-250627002/tabahnya-si-kecil-aufan-derita-hidrosefalus-crouzon-syndrome-hingga-spina-bifida]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tabahnya Si Kecil Aufan Derita Hidrosefalus, Crouzon Syndrome hingga Spina Bifida]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Air mata Dian Nopita tak terbendung setelah akhirnya dipertemukan dengan anak bungsunya Aufan Munadi pascadirinya melahirkan Aufan 3 hari sebelumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bukan hanya keinginan yang kuat melihat sang buah hati tetapi juga perasaan bercampur aduk karena syok Aufan memiliki kondisi berbeda dari anak kebanyakan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/27/berbuatbaik-1750958881451_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250627002</video:player_loc>
                        <video:duration>58</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250627-250627001/ikhtiar-keluarga-siti-menjemput-kesembuhan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Ikhtiar Keluarga Siti Menjemput Kesembuhan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tak banyak yang berubah dari kondisi Siti Patimah, mantan TKI yang mengalami kaku badan. Bahkan belakangan, Siti mengeluhkan adanya benjolan di dekat pinggangnya yang membuatnya kerap kesakitan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beruntung di masa sulit seperti ini bantuan dari sahabat baik sebesar Rp 19.476.867 telah hadir memberikan asa kepadanya. Sehingga dia bisa membeli segala hal yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/27/berbuatbaik-1750958046039_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250627001</video:player_loc>
                        <video:duration>64</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250611-250611096/semakin-riang-semua-operasi-tumor-hidung-dilan-sukses]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Semakin Riang, Semua Operasi Tumor Hidung Dilan Sukses]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Dilan, anak penderita tumor hidung, malu-malu saat tim berbuatbaik.id temui di kediamannya Lampung Timur. Namun semakin lama sikap kakunya mencair bahkan Dilan sering tersenyum dan memamerkan berbagai mainannya hingga keahlian dalam bersepeda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja kondisi ini jauh berbeda dari Dilan yang dulu. Nenek dan kakek Dilan bercerita dahulu Dilan muram dan tidak percaya diri. Namun sejak tumornya diangkat, Dilan lebih aktif bergaul.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi Dilan ini pun membuat siapapun yang telah membantunya hingga tercapai donasi Rp 50.250.000 turut berbahagia.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/11/berbuat-baik-1749633924430_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250611096</video:player_loc>
                        <video:duration>64</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250602-250605043/berkat-donasi-berat-badan-yusril-naik-hingga-bisa-mulai-berdagang]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Berkat Donasi, Berat Badan Yusril Naik hingga Bisa Mulai Berdagang]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;berbuatbaik.id datang langsung menemui Yusril, anak yang hidup sebatang kara dengan penyakit hernia dan paru-paru. Kini kondisi Yusril telah berubah membaik dengan berat badan yang juga naik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Neneknya, Wagiyem, pun sudah semakin sering membawa bocah 6 tahun ini terapi sehingga badannya tidak terlalu kaku lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari hasil donasi sebesar Rp 18.843.512, Wagiyem mulai membuka usaha warung kelontong dan pecel sehingga ada hasil untuk pengobatan dan terapi Yusril selanjutnya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/02/berbuat-baik-1748867575991_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250605043</video:player_loc>
                        <video:duration>66</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250519-250520044/tanpa-selang-ngt-nafeeza-makin-ceria-mulai-bersekolah]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tanpa Selang NGT, Nafeeza Makin Ceria Mulai Bersekolah]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Senyum Nafeeza, penderita autoimun dan jantung Bocor, begitu bahagia saat menyambut tim berbuatbaik.id di kediamannya di Ciomas, Bogor. Tak menunggu lama, Nafeeza bahkan mengajak tim bermain dokter-dokteran dengan mulai memasang tensi darah hingga meniru dokter saat menyuntik pasien.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nafeeza terlihat begitu piawai karena sehari-hari ini lah yang dilakukan Resti, ibu Nafeeza, untuk memastikan buah hatinya dalam kondisi stabil.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/19/berbuat-baik-1747649110652_169.png?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250520044</video:player_loc>
                        <video:duration>53</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250515-250516043/kurang-air-bersih-sampai-bangunan-tak-layak-ini-kisah-anak-anak-petani-di-paud-anggrek]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kurang Air Bersih sampai Bangunan Tak Layak, Ini Kisah Anak-anak Petani di Paud Anggrek ]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di sudut desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, PAUD Anggrek 2, sebuah tempat anak-anak usia dini menempuh pendidikan. Tempat yang masih berupa bangunan semi permanen ini jadi harapan bagi 63 anak di Kecamatan Pedes, Karawang, Jawa Barat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di tengah perjuangan untuk menyediakan fasilitas yang memadai, para pengajar juga memiliki kisahnya sendiri dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/15/berbuat-baik-1747301516331_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250516043</video:player_loc>
                        <video:duration>68</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250502-250502043/via-pejuang-kecil-yang-merawat-ayah-tak-berdaya-karena-sakit-keras]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Via Pejuang Kecil yang Merawat Ayah Tak berdaya karena Sakit Keras]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sevia Dwi Safitri atau Via adalaha remaja berusia 12 tahun yang tidak tampak berbeda dengan remaja lainnya. Namun di balik keceriaan Via dia adalah penguat keluarga, utamanya bagi ayahnya, Mesno.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dia tidak seperti anak-anak lain yang menghabiskan waktu dengan bermain karena dia harus merawat sang ayah yang sakit keras. Sudah 3 tahun Mesno menderita diabetes. Bahkan satu tahun belakangan, kondisi Mesno semakin memburuk karena divonis dokter alami gagal ginjal juga. Apalagi kedua kakinya tak lagi kuat menopang dan hampir setiap waktu sekujur tubuhnya diserang gatal-gatal hingga napasnya sesak.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/02/berbuat-baik-1746121285698_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250502043</video:player_loc>
                        <video:duration>52</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250424-250424050/alami-kerapuhan-tulang-kiki-jalani-16-kali-operasi-sejak-balita]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Alami Kerapuhan Tulang, Kiki Jalani 16 Kali Operasi Sejak Balita]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Remaja asal Siak, Riau, Kiki Nugraha (14) tak pernah tahu rasanya berjalan seperti anak-anak lainnya. Sejak umurnya 3 tahun, Kiki sudah mengalami patah tulang dan terus berlanjut belasan tahun hingga sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sungguh cobaan yang begitu berat baginya apalagi sudah hampir setahun Kiki tidak lagi ditemani ayahnya yang merupakan penopang ekonomi di keluarga. Hanya ada Teti Yenti (52), sang ibu yang ikut bersama Kiki menjemput kesembuhan di Jakarta.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/04/24/berbuatbaik-1745447312121_169.jpeg?w=620</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250424050</video:player_loc>
                        <video:duration>87</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250414-250415043/donasi-sahabat-baik-untuk-abah-omi-yang-derita-stroke]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Donasi Sahabat Baik untuk Abah Omi yang Derita Stroke]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sahabat baik masih ingatkan dengan kisah Marbot lansia yang tinggal di Sukabumi? Kini kondisi Abah Omi semakin menurun lantaran dirinya menderita stroke.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Abah mengaku sudah menjalani berbagai ikhtiar agar dirinya bisa sembuh dan pulih, seperti ke rumahsakit hingga tukang urut. Namun kesembuhan belum juga terwujud.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bersyukur Abah Omi kini telah berkumpul bersama keluarga. Donasi yang diberikan untuk abah sebanyak Rp 6.912.000 dimanfaatkan membeli berbagai obat, menjalani terapi, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/04/14/ABAH_OMI_1-20250414221338-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250415043</video:player_loc>
                        <video:duration>65</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250410-250411043/lepas-pilu-kehilangan-anak-ibu-hilman-bangkit-berusaha]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Lepas Pilu Kehilangan Anak, Ibu Hilman Bangkit Berusaha]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tangis Imas pecah saat menceritakan kembali detik-detik dirinya kehilangan Hilman, buah hatinya yang mengalami cerebral palsy. Imas mengatakan kejadian itu begitu cepat tanpa disangka-sangka. Hilman pergi dalam tidurnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim berbuatbaik.id pun ikut serta dalam layatan ke makam Hilman. Makam yang terletak di atas bukit itu kerap disambangi Imas jika sedang rindu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;berbuatbaik.id telah menyalurkan donasi sepenuhnya sebanyak Rp 12.359.536. Terima kasih kepada Sahabat Baik yang telah berkontribusi membuat hidup keluarga ini semakin membaik.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/04/10/HILMAN_20_detik-20250410172206-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250411043</video:player_loc>
                        <video:duration>71</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250327-250328044/bian-kembali-ke-pangkuan-ilahi-kebaikan-mengalir-untuk-keluarganya]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Bian Kembali ke Pangkuan Ilahi, Kebaikan Mengalir untuk Keluarganya]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kabar duka datang dari keluarga kecil pengantar galon yang tak kenal lelah berjuang untuk anaknya. Setelah sekian lama berjuang dengan berbagai penyakit, Bian (6) akhirnya beristirahat untuk terakhir kalinya. Dia berpulang pada 31 Desember 2024 lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim berbuatbaik.id telah menyalurkan donasi dari Sahabat Baik sebesar Rp25.382.045 kepada keluarga yang ditinggalkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dana ini telah digunakan untuk pembuatan makam dan akan digunakan untuk kebutuhan lainnya, termasuk kebutuhan kakak Bian yang masih bersekolah.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/03/27/BIAN_2_preview_1-20250327153125-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250328044</video:player_loc>
                        <video:duration>67</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250319-250320043/tumor-hati-buat-tubuh-kecil-bayi-castiel-lemah-tak-berdaya]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tumor Hati Buat Tubuh Kecil Bayi Castiel Lemah Tak Berdaya]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tangis Castiel Geonathan memecah keheningan ruang rumah sakit siang itu. Bayi berumur 11 bulan itu tak bisa menyembunyikan rasa sakit dan tak nyaman di tubuhnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sang ibu, Candy Karina Intveld, berusaha menenangkan Castiel yang gelisah dan terus merengek. Tubuh Castiel kurus dan diagnosa gizi buruk lantaran nutrisi tidak terserap sempurna.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/03/19/EDITED_RH-20250319165026-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250320043</video:player_loc>
                        <video:duration>74</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250310-250311045/setelah-7-kali-operasi-akhirnya-jafar-jalani-penutupan-kolostomi]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Setelah 7 Kali Operasi, Akhirnya Jafar Jalani Penutupan Kolostomi]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tim berbuatbaik.id menjenguk Jafar Naufail Syairazi, anak sopir berusia 6 tahun yang menderita penyempitan usus di rumah sakit bilangan Depok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat berbuatbaik.id berkunjung, Jafar masih dalam keadaan lemas pasca sehari setelah operasi dan menjalani puasa. Kendati demikian, operasi ini menumbuhkan secercah harapan kelak Jafar bisa tumbuh seperti anak-anak pada umumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sang ibu, Aini, mengatakan Jafar telah menjalani operasi penutupan kolostomi yang merupakan operasi terakhir dari 7 kali operasi sebelumnya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/03/10/JAFAR_REV-20250310153900-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250311045</video:player_loc>
                        <video:duration>65</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20250122-250122053/anak-ojol-hingga-tukang-batagor-cari-ilmu-di-kampung-buku-yang-rawan-longsor]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Anak Ojol hingga Tukang Batagor Cari Ilmu di Kampung Buku yang Rawan Longsor]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kampung Buku hadir menjadi tempat membaca, belajar, dan bermain bagi anak-anak di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Bangunan yang tak megah tetapi bisa jadi tempat paling nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan membaca buku. Pendiri Kampung Buku, Edi Dimyati menyambut tim berbuatbaik.id. Duduk di sebuah meja yang dikelilingi ratusan buku, Edi ceritakan tentang anak-anak yang hingga hari ini masih aktif belajar di sana.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2025/01/22/10_januari_-_kampung_buku-20250122050011-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/250122053</video:player_loc>
                        <video:duration>77</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241210-241213043/lawan-kelainan-langka-balita-ini-hilang-penglihatan-hingga-memori]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Lawan Kelainan Langka, Balita Ini Hilang Penglihatan hingga Memori]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Setiap detik kehidupan Reina, seorang balita berusia dua tahun, adalah bukti keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan yang tidak pernah dia pilih. Reina dilahirkan dalam keadaan yang tidak menguntungkan dengan cobaan kesehatan yang tidak terduga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bahkan sejak awal kehadirannya di dunia ini, Reina telah dihadapkan pada pertarungan yang sulit. Saat itu, dokter memberikan berita bahwa harapan hidupnya hanya sebesar 15%. Namun, di tengah-tengah duka yang mendalam itu, keluarga Reina menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Foto:berbuatbaik&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/12/10/IMG_2943-20241210233141-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241213043</video:player_loc>
                        <video:duration>71</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241203-241203048/keseruan-anak-anak-smp-rumah-pendidikan-islam-nonton-bareng-timnas-indonesia]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Keseruan Anak-anak SMP Rumah Pendidikan Islam Nonton Bareng Timnas Indonesia]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;PSSI dan berbuatbaik.id bergerak menciptakan senyuman baru dengan mengajak anak-anak dari Kampung Buku, Cibubur untuk melakukan Fanzone Activity di Gelora Bung Karno, Jakarta pada saat pertandingan Indonesia melawan Jepang. Kampung Buku itu merupakan tempat membaca yang didirikan oleh Edi Dimyati yang merupakan salah satu penerima manfaat berbuatbaik.id.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;PSSI dan berbuatbaik.id bergerak menciptakan senyuman baru dengan mengajak anak-anak dari Kampung Buku, Cibubur untuk melakukan Fanzone Activity di Gelora Bung Karno, Jakarta pada saat pertandingan Indonesia melawan Jepang. Kampung Buku itu merupakan tempat membaca yang didirikan oleh Edi Dimyati yang merupakan salah satu penerima manfaat berbuatbaik.id.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/12/03/YT_-_PSSI_MATCH_JEPANG-20241203022401-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241203048</video:player_loc>
                        <video:duration>93</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241115-241115133/video-momen-anak-anak-binaan-berbuatbaik-id-menari-dan-mewarnai-di-gbk]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Video Momen Anak-anak Binaan berbuatbaik.id Menari dan Mewarnai di GBK]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;berbuatbaik.id bekerja sama dengan PSSI memeriahkan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Salah satunya dengan kegiatan menari dan mewarnai di Stadio Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/11/15/3dd6aab9b90844079316a9af2b51a324-20241115214303-0s.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241115133</video:player_loc>
                        <video:duration>87</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241107-241108041/coach-shin-tae-yong-berbagi-kebahagiaan-bersama-anak-anak-dengan-down-syndrome]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Coach Shin Tae Yong Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak dengan Down Syndrome]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae Yong, menunjukkan sisi humanisnya dengan mengajak anak dengan down syndrome berbelanja di Garuda Store, Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Pelatih asal korea ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan untuk Ashilla, Rasyid, dan Arsyilah yang merupakan anak-anak penyandang down syndrome sekaligus fans sepak bola Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ibu dari anak-anak yang berada dalam naungan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) mengatakan bahwa kesempatan untuk bertemu dengan Shin Tae Yong secara langsung merupakan suatu rezeki.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/11/07/YT_-_Meeting_PSSI_3-20241107161823-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241108041</video:player_loc>
                        <video:duration>71</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241031-241101043/senangnya-bocah-bocah-jadi-player-escort-timnas-indonesia-u-20]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Senangnya Bocah-bocah Jadi Player Escort Timnas Indonesia U-20]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Dua player escort Fahri dan Keanu mengaku senang bisa tampil di tengah lapangan mendampingi para penggawa muda Timnas Indonesia U-20. Keduanya juga kompak bercita-cita menjadi pemain bola.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal itu disampaikan keduanya saat bersiap-siap masuk lapangan yang menyajikan laga Timnas Indonesia U-20 melawan Timor Leste, di Stadion Madya, GBK, pada Jumat (27/9/2024). Duel berakhir 3-1 untuk Garuda Muda.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/10/31/ESCORT_u20_29_Oktober-20241031161506-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241101043</video:player_loc>
                        <video:duration>106</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20241014-241015043/perjuangan-anak-anak-cari-secercah-pendidikan-di-bawah-gelapnya-kolong-jembatan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Perjuangan Anak-anak Cari Secercah Pendidikan di Bawah Gelapnya Kolong Jembatan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Senyum mengembang penuh keceriaan anak-anak menyambut tim berbuatbaik.id di bawah kolong jembatan Cilincing siang hari itu. Meskipun hujan turun dengan derasnya namun sepetak kontrakan yang di kawasan permukiman kumuh ini tetap begitu ramai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anak-anak mulai dari usia PAUD hingga remaja sering mondar mandir di rumah yang dinamai Rumah Merah Putih tersebut. Mereka mengaji dan menuntut ilmu sehingga pantas saja aktivitas di sini selalu hidup saban hari.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/10/14/MERAH_PUTIH_OKTOBER_2024-20241014160804-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241015043</video:player_loc>
                        <video:duration>134</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240930-241001042/nasib-pilu-ariqah-bocah-4-tahun-alami-lumpuh-otak-dengan-orangtua-kerja-serabutan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Nasib Pilu Ariqah, Bocah 4 Tahun Alami Lumpuh Otak dengan Orangtua Kerja Serabutan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Junnah hanya bisa menangis saat menatap Ariqah (4), buah hati yang dia lahirkan dalam keadaan Cerebral Palsy atau lumpuh otak. Kesedihan Junnah bukan tanpa alasan. Jika dulu dia bersedih hati karena melahirkan Ariqah dengan kondisi demikian namun kini pilunya Junnah karena khawatir akan masa depan Ariqah. Apalagi jika suatu saat Junnah dan suami sudah tidak ada lagi di sisinya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/09/30/IMG_9124-20240930172227-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/241001042</video:player_loc>
                        <video:duration>132</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240826-240827043/perjuangan-mak-amih-nenek-penjual-comro-hidupi-2-cucu]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Perjuangan Mak Amih, Nenek Penjual Comro Hidupi 2 Cucu]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sedihnya nasib Mak Amih, di usianya yang memasuki senja dia tetap harus bekerja keras. Langkahnya yang kian lemah serta keriput kentara di wajahnya menjadi bukti beratnya hidup Mak Amih sekarang ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Betapa tidak, kini nenek yang sudah 67 tahun ini harus menghidupi 2 cucunya, Putri Aulia (11) dan Mahendra Ramdan (7) yang tinggal bersamanya. Sementara orangtua anak-anak ini pergi meninggalkan mereka, setelah bercerai. Sang ibu ikut suaminya, dan ayahnya sudah lama tidak pulang.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/08/26/YT_Mak_Amih_2024-20240826145940-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240827043</video:player_loc>
                        <video:duration>144</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240813-240814043/menderita-sindrom-langka-dengan-jari-yang-menempel-anak-buruh-cuci-ini-terus-semangat]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Menderita Sindrom Langka dengan Jari yang Menempel, Anak Buruh Cuci Ini Terus Semangat!]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Siang itu rumah singgah Yayasan Sahabat Ayah Sarah begitu ramai dengan celotehan dan tawa riang anak-anak. Namun ada anak yang tampak berbeda dari anak lainnya. Meskipun lincah dan sering berlarian, namun jika diperhatikan lebih jauh, anak yang bernama lengkap Muhammad Ar Rasyid ini mempunyai jari tangan dan kaki yang menempel dan jumlahnya bukan lima. Selain itu, anak berumur 3 tahun ini punya struktur kepala besar serta mata yang menonjol tampak keluar.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/08/13/YT_Rasyid_-_Aug_2024-20240813175801-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240814043</video:player_loc>
                        <video:duration>98</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240801-240802043/hidup-berkubang-cari-sampah-untuk-jadi-rupiah-kakek-gaffar-butuh-pertolongan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hidup Berkubang Cari Sampah untuk Jadi Rupiah, Kakek Gaffar Butuh Pertolongan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Pencari sampah plastik nyatanya masih menjadi profesi bagi kaum papa Ibu Kota. Itulah yang dilakoni oleh Kakek Gaffar (58) yang mencari rupiah dari sampah-sampah yang di temuinya. Berbekal semangat mencari nafkah, Kakek Gaffar berjalan menyusuri gang-gang kecil di dekat rumahnya di Cilincing, Jakarta Utara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun jika dirasa tak cukup, Kakek Gaffar memperluas jangkauan pencariannya hingga di pesisir laut Cilincing. Padahal di kawasan ini berisiko karena banyak tumpukan sisa cangkang kerang hijau yang taham. Apalagi jika musim angin barat, gelombang laut besar yang bisa membahayakan dirinya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/08/01/30_Juli_-_YT_Kakek_Gaffar-20240801145324-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240802043</video:player_loc>
                        <video:duration>76</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240723-240724042/kisah-sedih-alvino-anak-cerebral-palsy-yang-berjuang-sendiri-tanpa-ayah-ibu]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kisah Sedih Alvino, Anak Cerebral Palsy yang Berjuang Sendiri Tanpa Ayah Ibu]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sorot mata Alvino Naufal Nurhakim (10) terlihat penasaran saat tim berbuatbaik.id mengunjungi kediamannya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Alvino hanya berbaring dan terlihat segar sehabis mandi. Walau hanya tergeletak seperti penderita cerebral palsy pada umumnya, namun Alvino terlihat bersemangat bahkan diketahui mulai berpuasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di rumah kecil kontrakan, sang nenek, Sriyatin, memulai ceritanya mengenai Alvino yang hidup tanpa ayah dan ibu sejak 5 tahun lalu.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/07/23/19_Juli_-_YT_Alvino-20240723170236-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240724042</video:player_loc>
                        <video:duration>99</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240715-240716042/harapan-tertimbun-erupsi-semeru-bantu-rudy-menyambung-hidup]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Harapan Tertimbun Erupsi Semeru, Bantu Rudy Menyambung Hidup]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Semeru menyisakan duka. Banyak keluarga kehilangan harta benda dan nyawa, salah satunya keluarga Agus Rudy Hartono (25).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diceritakan Ngantri, ibunda Rudy, upaya melarikan diri dari gulungan erupsi begitu dramatis. Sebabnya, Rudy bukan seperti pemuda kebanyakan yang bisa lari dengan cepat atau bertenaga. Rudy sulit berjalan apalagi berlari karena kondisi kesehatan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/07/15/12_Juli_-_Update_Semeru-20240715153456-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240716042</video:player_loc>
                        <video:duration>219</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240711-240712043/kakek-abbas-hidup-sendirian-dari-menambal-panci-dengan-satu-mata-sempurna]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kakek Abbas Hidup Sendirian dari Menambal Panci dengan Satu Mata Sempurna]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Siang itu bunyi besi-besi beradu menjadi tanda Kakek Abbas Sidayat (55) memanggil para pelanggan dan warga yang ingin memantri panci-panci yang bolong. Namun saat Abbas terus menerus berjalan dengan barang-barang mematri yang dipikulnya tak satu pun jua ada warga yang memakai jasanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Zaman memang sudah berubah. Apalagi saat banyak orang mulai meninggalkan kompor minyak dan beralih ke kompor gas. Tidak banyak panci-panci ibu-ibu yang bolong hingga butuh dipatri. Hilanglah sudah pelanggan yang dulu ada.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/07/11/8_Juli_-_YT_Kakek_Abbas-20240711201217-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240712043</video:player_loc>
                        <video:duration>148</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240704-240705042/malangnya-siswa-pelosok-ntt-masker-medis-cuci-kering-hingga-tas-kresek]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Malangnya Siswa Pelosok NTT: Masker Medis Cuci Kering hingga Tas Kresek]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Relawan Pijar CT Arsa Foundation, Siti Nur Atina atau Tina diperbantukan sebagai tenaga pengajar di SDN Lelogama, Amfoang Selatan, Nusa Tenggara Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam mengajar Tina bukan hanya dihadapkan dengan masalah akademis siswa-siswinya, melainkan juga keterbatasan perlengkapan sekolah. Sama seperti persoalan yang kerap ada di sekolah-sekolah lain di wilayah 3 T, para siswa tidak bersepatu padahal mereka menempuh berkilo-kilo untuk bisa ke sekolah.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/07/04/YT_-_27_Juni_-_SDN_2_Lelogama-20240704165046-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240705042</video:player_loc>
                        <video:duration>118</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240619-240621042/kisah-sedih-alvino-anak-cerebral-palsy-yang-berjuang-sendiri-tanpa-ayah-ibu]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kisah Sedih Alvino, Anak Cerebral Palsy yang Berjuang Sendiri Tanpa Ayah Ibu]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sorot mata Alvino Naufal Nurhakim (10) terlihat penasaran saat tim berbuatbaik.id mengunjungi kediamannya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Alvino hanya berbaring dan terlihat segar sehabis mandi. Walau hanya tergeletak seperti penderita cerebral palsy pada umumnya, namun Alvino terlihat bersemangat bahkan diketahui mulai berpuasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di rumah kecil kontrakan, sang nenek, Sriyatin, memulai ceritanya mengenai Alvino yang hidup tanpa ayah dan ibu sejak 5 tahun lalu.&lt;br /&gt;Sriyatin mengatakan masa-masa itu adalah waktu terkelam bagi keluarganya. Anaknya atau ibu Alvino meninggal saat hendak melahirkan anak kedua. Beberapa waktu berselang, menantunya, ayah Alvino, tiba-tiba menghilang tanpa jejak.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/06/19/yt_bb_alvino-20240619180514-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240621042</video:player_loc>
                        <video:duration>70</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240619-240620042/mata-memerah-misterius-adam-butuh-pertolongan-agar-masa-depannya-jadi-terang]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Mata Memerah Misterius, Adam Butuh Pertolongan agar Masa Depannya Jadi Terang]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Selasa (18/10) tim berbuatbaik.id berkesempatan mengunjungi Adam di Bantargebang, Kota Bekasi. Adam yang berusia 8 ini mengalami mata merah yang tidak biasa. Sang ibu, Rani setiawati, mengatakan mata Adam sudah mulai merah sejak umur 3 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adam sudah satu bulan tidak bersekolah karena matanya yang kian memerah. Hingga saat ini, belum jelas penyebab merahnya mata Adam karena keluarganya belum membawanya ke rumah sakit dan memeriksan mata Adam menyeluruh.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/06/19/YT_ADAM_JUNI_2024-20240619155437-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240620042</video:player_loc>
                        <video:duration>131</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240605-240606042/merana-anak-tukang-somay-stunting-dan-bab-dari-ususnya-yang-terbuka]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Merana Anak Tukang Somay, Stunting dan BAB dari Ususnya yang Terbuka]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kisah keluarga Dini dan Rijan adalah satu dari banyak kisah tentang perjuangan tanpa henti menjaga nyala harapan bagi putra mereka, Rey. Anak bungsu ini menghadapi tantangan medis yang berat yang membuatnya BAB dari usus yang terbuka di perut kecilnya. Anak berumur 6 bulan ini pun divonis alami stunting karena tak banyak makanan yang bisa dia serap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rey sejak lahir telah dihadapkan pada perjuangan keras melawan kondisi medis yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif dan mahal. Salah satu tantangan medis yang dialami Rey adalah kondisi ususnya yang keluar yang mengakibatkan gangguan serius pada kesehatannya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/06/05/111-20240605113237-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240606042</video:player_loc>
                        <video:duration>413</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240521-240524042/rawat-anak-dengan-gangguan-jiwa-mbah-sukirah-kerja-jadi-tukang-pijat-hingga-serabutan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Rawat Anak dengan Gangguan Jiwa, Mbah Sukirah Kerja Jadi Tukang Pijat hingga Serabutan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di desa Mertelu Kulon, Yogyakarta, sebuah rumah kecil menjadi tempat tinggal bagi Mbah Sukirah, seorang lansia yang usianya telah mencapai 82 tahun. Namun semangatnya untuk menjaga anaknya yang menderita gangguan kejiwaan tetap ada. Meskipun kesehatan dan ekonominya terbatas, Mbah Sukirah tetap tegar menghadapi hidupnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kehidupan Mbah Sukirah yang penuh dengan tantangan menjadi cerminan dari kekuatan seorang ibu yang tak kenal lelah. Apalagi Mbah Sukirah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pendengarannya terganggu hingga tulang keringnya patah, dia tetap berusaha keras untuk menyembuhkan lukanya sendiri.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/05/21/22222-20240521201716-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240524042</video:player_loc>
                        <video:duration>355</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240513-240517042/mimpi-anak-juru-parkir-yang-cerebral-palsy-untuk-sembuh-dan-tak-digunjing]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Mimpi Anak Juru Parkir yang Cerebral Palsy untuk Sembuh dan Tak Digunjing]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Agus lahir secara prematur dan mengalami keterlambatan tumbuh kembang saat kanak-kanak. Hidup Agus sehari-hari bergantung pada ayah ibunya yang sudah tidak lagi muda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sang Ibu, Desak Made Sartini (57) menderita low vision atau keterbatasan penglihatan yang semakin memburuk 5 tahun belakangan ini. Bahkan, Desak pernah terjatuh akibat daya penglihatan yang terus menurun. Hal itu terjadi saat dirinya menggendong Agus. Beruntung, Agus bisa berkomunikasi.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/05/13/OKE-20240513163642-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240517042</video:player_loc>
                        <video:duration>568</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240503-240504041/anak-penjahit-berjuang-bersama-ibu-hadapi-thalasemia-dan-cerebral-palsy]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Anak Penjahit Berjuang Bersama Ibu Hadapi Thalasemia dan Cerebral Palsy]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Ibu adalah pelita yang selalu menyinari kehidupan mau bagaimana pun keadaaan anak-anaknya. Cerminan ibu seperti ini lah Imas bagi Hilman, anaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sehari-hari warga Padalarang, Jawa Barat, tersebut yang selama 18 tahun merawat anaknya penderita thalsemia dan cerebral palsy. Hilman terpaksa bergantung pada sang ibu karena terlahir tanpa mengenal dunia karena kemampuan otaknya terbatas. Bahkan dia pun tidak bisa mendengar ataupun berbicara.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/05/03/OKE-20240503151058-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240504041</video:player_loc>
                        <video:duration>395</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240419-240420042/hadapi-penyakit-tulang-kaca-anak-guru-honorer-punya-mimpi-jadi-dokter]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hadapi Penyakit Tulang Kaca, Anak Guru Honorer Punya Mimpi Jadi Dokter]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Rahma (12) seorang anak yang telah menjadi pejuang sejak lahir. Perempuan asal Kampung Cipadali, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi menderita penyakit langka yaitu Osteogenesis Imperfecta. Penyakit langka yang dikenal sebagai &quot;penyakit tulang kaca&quot; membuat tulang Rahma sangat rentan patah bahkan tanpa sebab yang jelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap kali tulang Rahma patah, ia harus menghadapi proses penyembuhan yang melelahkan. Sejak bayi, Rahma telah divonis penyakit yang jarang terjadi ini karena hanya satu kasus terdeteksi dari setiap 20 hingga 50 ribu kelahiran.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/04/19/OKE-20240419144008-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240420042</video:player_loc>
                        <video:duration>402</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240402-240405042/memupuk-asa-si-kecil-jelita-berjualan-donat-keliling-bantu-orangtua]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Memupuk Asa, Si Kecil Jelita Berjualan Donat Keliling Bantu Orangtua]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Jelita Ahyuni Ramadhani (9), putri sulung dari ibu Siti Khadijah (40) dan bapak Wahyudi (39) telah berjualan sejak kecil untuk membantu perekonomian keluarga. Kondisi ini terjadi setelah sang ayah yang terkena PHK dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di Pasar Jatinegara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kira kira dulu pengurangan karyawan sih dulu, kan dulu suami kerja di Jatinegara sebagai tukang pembersih, tukang sapu tukang ngepel, nah kena PHK dia kerja di toko. Ada di toko setahun kemudian kena PHK lagi, ya semenjak itu jadi nganggur.” ungkap Khadijah.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/04/02/OKE-20240402172258-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240405042</video:player_loc>
                        <video:duration>431</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240328-240329043/marbot-lansia-hidup-sebatang-kara-bersandar-pada-sepetak-kebun-rempah]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Marbot Lansia Hidup Sebatang Kara Bersandar pada Sepetak Kebun Rempah]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Abah Omi, seorang lansia di Jampang Kulon, Sukabumi, adalah contoh nyata kegigihan dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Di usia 84 tahun, Abah Omi tinggal sendirian di sebuah rumah panggung sederhana yang terbuat dari bambu dan kayu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sudah 10 tahun lamanya dia hidup sebatang kara setelah kepergian istri dan anak-anaknya.Rumahnya yang sudah lapuk dan sering bocor menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Setiap hari, Abah Omi harus bertarung melawan tetesan air hujan yang masuk dari sela-sela genteng yang bolong, sambil menyumbat lubang-lubang tersebut dengan plastik bungkus makanan dan kemasan minuman.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/28/111-20240328174728-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240329043</video:player_loc>
                        <video:duration>250</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240324-240325044/perjuangan-anak-semata-wayang-petugas-kebersihan-alami-cerebral-palsy]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Perjuangan Anak Semata Wayang Petugas Kebersihan Alami Cerebral Palsy]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Cerebral Palsy merupakan Penyakit cerebral palsy adalah kondisi kronis yang terjadi akibat kerusakan otak. Keadaan ini ditandai gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi ini lah yang terjadi pada anak petugas kebersihan bernama Sifa (8). Irwan prasetyo dan istrinya, Sukamti, sehari-hari harus menjadi penopang untuk Sifa di kediamannya di Dusun Brintik, Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/24/dgfg-20240324221514-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240325044</video:player_loc>
                        <video:duration>485</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240319-240322042/perjuangan-anak-semata-wayang-petugas-kebersihan-alami-cerebral-palsy]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Perjuangan Anak Semata Wayang Petugas Kebersihan Alami Cerebral Palsy]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Cerebral Palsy merupakan Penyakit cerebral palsy adalah kondisi kronis yang terjadi akibat kerusakan otak. Keadaan ini ditandai gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi ini lah yang terjadi pada anak petugas kebersihan bernama Sifa (8). Irwan prasetyo dan istrinya, Sukamti, sehari-hari harus menjadi penopang untuk Sifa di kediamannya di Dusun Brintik, Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/19/dgfg-20240319182620-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240322042</video:player_loc>
                        <video:duration>485</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240315-240318042/tegarnya-3-anak-buruh-cuci-derita-penyakit-langka-hingga-lemah-tak-berdaya]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tegarnya 3 Anak Buruh Cuci, Derita Penyakit Langka Hingga Lemah Tak Berdaya]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Erwan Budiana, Ahmad Pariadi, dan Agus Riyadi adalah tiga buah hati dari Wati (50) dan Pak Faridi (55) yang mengidap penyakit genetik langka. Mereka bertiga terserang penyakit Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), suatu kelainan genetik yang menyebabkan fungsi otot rangka serta otot jantung kian melemah dan dapat memburuk seiring waktu. Tak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Mereka hanya bisa bergantung pada terapi untuk memperlambat proses melemahnya otot.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/15/ext-20240315023237-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240318042</video:player_loc>
                        <video:duration>562</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240315-240315049/hidup-gibran-tak-berdaya-derita-celebral-palsy-tanpa-ayah-dan-ibu-penjual-odeng]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hidup Gibran Tak Berdaya, Derita Celebral Palsy Tanpa Ayah dan Ibu Penjual Odeng]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Gempa Cianjur beberapa waktu lalu menyisakan luka. Neneng Susanti (38) atau Eneng adalah satu di antaranya. Bahkan sampai saat ini Eneng harus tinggal di rumah kontrakan karena pembangunan rumah untuk korban gempa masih juga mangkrak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cobaan ini menjadi semakin terasa berat bagi warga desa Cugenang tersebut karena Eneng harus membersarkan kedua anaknya. Terlebih anak bungsunya, Gibran (10), mengalami cerebral palsy.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/15/GIBRAN_BB-20240315022032-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240315049</video:player_loc>
                        <video:duration>286</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240304-240305042/hidup-gibran-tak-berdaya-derita-celebral-palsy-tanpa-ayah-dan-ibu-penjual-odeng]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hidup Gibran Tak Berdaya, Derita Celebral Palsy Tanpa Ayah dan Ibu Penjual Odeng]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Gempa Cianjur beberapa waktu lalu menyisakan luka. Neneng Susanti (38) atau Eneng adalah satu di antaranya. Bahkan sampai saat ini Eneng harus tinggal di rumah kontrakan karena pembangunan rumah untuk korban gempa masih juga mangkrak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cobaan ini menjadi semakin terasa berat bagi warga desa Cugenang tersebut karena Eneng harus membersarkan kedua anaknya. Terlebih anak bungsunya, Gibran (10), mengalami cerebral palsy.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/03/04/dgfg-20240304181710-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240305042</video:player_loc>
                        <video:duration>286</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240219-240220043/hidup-dengan-satu-mata-ibu-penderita-lupus-berjuang-untuk-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hidup dengan Satu Mata, Ibu Penderita Lupus Berjuang untuk Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tak ada yang lebih tangguh daripada seorang ibu yang berjuang sendiri untuk membesarkan anak-anaknya. Kisah ibu tangguh datang dari Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Icha (30) adalah ibu dua orang anak yang berjuang melawan lupus. Penyakit ini pun telah merenggut satu penglihatan Icha pada akhir 2023 lalu.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/02/19/OKE-20240219221854-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240220043</video:player_loc>
                        <video:duration>657</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240216-240216044/hidup-redup-sidup-pemulung-yang-dijangkiti-kusta-bertahan-demi-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Hidup Redup Sidup, Pemulung yang Dijangkiti Kusta Bertahan demi Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kusta Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang masih ada di Indonesia. Penyebabnya adalah kuman Mycobacterium leprae.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun stigma terhadap penderita kusta masih lah belum usai. Banyak orang yang masih mengucilkan mereka hingga menutup jalan nafkah para penderitanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah menyedihkan ini dialami oleh Sidup (47), warga Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sidup didiagnosa menderita penyakit kusta sejak beberapa tahun belakangan ini.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/02/16/AA-20240216013909-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240216044</video:player_loc>
                        <video:duration>386</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240208-240209042/senandung-hidup-loper-koran-tuna-daksa-tak-menyerah-beri-les-gitar-keliling]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Senandung Hidup Loper Koran Tuna Daksa Tak Menyerah Beri Les Gitar Keliling]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Ivan berseru sambil mengendarai motor yang dimodifikasi menjadi roda tiga. Motor ini lah yang menemani Ivan berjualan koran. Terbatasnya anggota gerak tubuhnya, dulu menyulitkan Ivan untuk berkeliling menjajakan koran. Kini motor ini lah yang jadi teman hidup Ivan mencari pundi-pundi nafkah guna melanjutkan hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Usianya sudah memasuki angka 51. Laki-laki sebatang kara ini tinggal di Jalan Cipinang, Kebembem, Jakarta Timur. Ivan lahir dengan kondisi yang sehat. Namun sejak usia 5 tahun, Ivan alami demam tinggi yang menjadi pemicu munculnya penyakit polio pada tubuh Ivan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/02/08/1-20240208002918-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240209042</video:player_loc>
                        <video:duration>494</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240126-240126042/intan-anak-yatim-berkebutuhan-yang-dirawat-ibu-stroke-tanpa-penghasilan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Intan, Anak Yatim Berkebutuhan yang Dirawat Ibu Stroke Tanpa Penghasilan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tertatih tatih Iin (42) berjalan dan mulai melakukan aktivitas. Wanita yang tinggal di Kampung Gandaria, Desa Cikakak, Sukabumi ini pun hanya mengandalkan sebilah kayu untuk menopang tubuhnya yang lemah karena stroke.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Iya pakai tongkat setiap hari untuk pergi ke warung. Kalau tidak pakai tongkat, saya takut jatuh,&quot; ungkapnya kepada tim berbuatbaik.id&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/01/26/EXPORT-20240126013154-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240126042</video:player_loc>
                        <video:duration>377</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240120-240120042/nenek-sinar-terangi-hidup-keluarga-dari-memikul-bale-hingga-makan-nasi-garam]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Nenek Sinar Terangi Hidup Keluarga dari Memikul Bale hingga Makan Nasi Garam]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Nenek Sinar Mencari Nafkah Peluh jadi mengalir di wajah Nenek Sinar tiap kali ia berkeliling memikul bale-bale bambu untuk dijual. Dengan bale-bale di pundaknya yang mencapai 12 kg, Nenek Sinar raup rupiah demi rupiah untuk menyambung hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nenek Sinar tinggal berdua dengan suaminya, Kakek Sidda di Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menjual bale-bale bambu sudah ditekuninya sejak lama. Biasanya Nenek Sinar membuat bale-bale bambu bersama suami dan para tetangganya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/01/20/EXPORT-20240120011257-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240120042</video:player_loc>
                        <video:duration>408</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20240110-240111042/donasi-untuk-sesama-lewat-berbuatbaik-id-100-disalurkan-ke-penerima]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Donasi untuk Sesama Lewat berbuatbaik.id, 100% Disalurkan ke Penerima]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Berbuat baik untuk sesama sekarang makin mudah&lt;br /&gt;karena donasi kini bisa disalurkan lewat berbuatbaik.id. Donasi dari kamu 100% akan diberikan ke yang membutuhkan tanpa dikenai biaya pemotongan atau biaya apapun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbuatbaik.id merupakan platform penggalangan dana berbasis digital. Platform digital ini dikembangkan oleh detiknetwork yang berada dalam kelompok TRANSMEDIA.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2024/01/10/KALEIDOSKOP_KEBAIKAN_2023_02OF03-20240110160546-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/240111042</video:player_loc>
                        <video:duration>447</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231220-231221042/nestapa-kakek-uja-berjualan-mainan-keliling-demi-menyambung-hidup]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Nestapa Kakek Uja, Berjualan Mainan Keliling demi Menyambung Hidup]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di siang yang terik, Kakek Uja (80) dengan sabar berkeliling kampung di sekitar rumahnya di Dusun Pacing Utara, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Jabar. Kakek Uja menuntun sepeda tua yang sudah dilengkapi dengan barang-barang berupa mainan anak yang dia jual.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kali ini Kakek Uja mangkal di depan Sekolah Dasar Medangasem. Namun nasib mujur belum juga menghampirinya. Padahal matahari kian tinggi namun tak ada satupun mainan yang terbeli.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/12/20/BB-20231220175135-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231221042</video:player_loc>
                        <video:duration>344</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231212-231213043/dititipkan-3-anak-disabilitas-intelektual-perjuangan-buruh-serabutan-penuh-haru]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Dititipkan 3 Anak Disabilitas Intelektual, Perjuangan Buruh Serabutan Penuh Haru]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Mempunyai tiga anak penderita disabilitas intelektual di tengah keterpurukan ekonomi, menjadi cobaan bagi Karsinah (60) dan Subero (65). Kendati demikian, pasutri lansia asal Magelang ini pantang berputus asa, terus bekerja menghidupi ketiga buah hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di usia senja, pekerjaan keduanya pun sungguh memeras keringat. Sehari-hari Karsinah bekerja mengurus 10 ekor kambing milik orang lain. Nantinya akan ada komisi untuknya jika kambing tersebut laku terjual.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/12/12/TESTTT-20231212210628-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231213043</video:player_loc>
                        <video:duration>628</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231206-231207044/radang-otak-anak-petani-tak-bisa-bicara-dan-berjalan-hingga-10-tahun]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Radang Otak, Anak Petani Tak Bisa Bicara dan Berjalan Hingga 10 Tahun]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kasih sayang orang tua sepanjang hayat memanglah benar adanya. Hal ini tercerminkan dari kisah pilu yang dialami oleh Narwen dan Natam yang dikaruniai seorang anak bernama Ibnu (10) penderita radang otak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau pun infeksi parasit, jamur, dan bakteri pada otak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akibat penyakit ini, Ibnu hanya berbaring tak berdaya di rumah setiap harinya. Bahkan untuk berbicara dan berjalan pun ia tak mampu. Ia bergantung sepenuhnya pada orangtuanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/12/06/jhkjh-20231212203904-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231207044</video:player_loc>
                        <video:duration>440</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231130-231201043/tubuh-kecil-amar-tegar-didera-kelainan-jantung-usus-hingga-lambung]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tubuh Kecil Amar Tegar Didera Kelainan Jantung, Usus hingga Lambung]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tak ada yang menandingi rasa khawatir Yamah terhadap Amar yang kini didera banyak penyakit. Apalagi Amar merupakan anak bungsu yang kini menjadi satu-satunya anak yang Yamah miliki karena 4 saudaranya telah berpulang akibat ragam penyakit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak ayal, Yamah trauma berat. Keresahan selalu meliputinya setiap ia melihat Amar. Keluarga kecil yang kini menetap di Kelurahan Cibening, Kabupaten Bekasi berjuang saling menguatkan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/30/AAA-20231130211523-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231201043</video:player_loc>
                        <video:duration>433</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231126-231127044/tanpa-kedua-mata-wanita-pengupas-bawang-jadi-pelita-bagi-keluarga]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tanpa Kedua Mata, Wanita Pengupas Bawang Jadi Pelita bagi Keluarga]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Di sebuah tempat pengepul bawang, Desa Macege, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, seorang ibu dengan cekatan mengupas bawang. Pemandangan ini menjadi tak biasa karena Suranti atau biasa disapa Yanti ini menggendong balita sembari mengupas bawang. Tak hanya itu, kedua matanya pun tak sempurna karena buta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bekerja tanpa melihat saja sudah luar biasa, apalagi ditambah dengan mengasuh si bungsu, Raffa, yang baru berusia 6 bulan. Aura, anak tengahnya, juga setia menemani.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/26/rrrr-20231126221807-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231127044</video:player_loc>
                        <video:duration>576</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231117-231118041/mutia-gadis-penderita-cerebral-palsy-yang-bergantung-dari-ayah]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Mutia Gadis Penderita Cerebral Palsy yang Bergantung dari Ayah]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah anaknya. Kabar baik kali ini datang dari Mutia, salah satu penerima donasi yang menderita cerebral palsy di daerah Sukabumi. Wajah riang dan senyumnya terukir indah dari wajah cantik dan lugu Mutia tatkala tim berbuatbaik.id bersama dengan CNN mengunjungi kediamannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua orang tua Mutia, Nia dan Deden, merasa sangat bersyukur atas kondisi anak sulungnya itu yang kian membaik dibandingkan sebelumnya. Nia menuturkan berat badan dan nafsu makan Mutia bertambah. Selain itu, Mutia jarang mengalami kejang serta intensitas demam yang menurun.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/17/BERBUAT_BAIK_-_PARKINSON_-_Google_Drive_1-20231117190241-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231118041</video:player_loc>
                        <video:duration>415</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231114-231115041/tanpa-kaki-tangan-sempurna-anak-pembuat-kusen-hidup-tegar-ajarkan-persahabatan]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tanpa Kaki Tangan Sempurna, Anak Pembuat Kusen Hidup Tegar Ajarkan Persahabatan]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Sahabat Baik. masih ingat video viral siswi SD menyuapi temannya yang tak mempunyai kaki tangan sempurna? Mereka adalah Rizky dan Marwah, sepasang sahabat kelas 1 SD dari Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Persahabatan mereka pun menginspirasi banyak orang hingga videonya tersebar luas. Saat ditemui tim berbuatbaik.id di lokasi, Marwah menjelaskan ia melakukan aksi baik dengan menyuapi sahabatnya itu bukan karena ingin dipuji, melainkan murni karena niatnya membantu Rizky.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/14/done-20231114172419-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231115041</video:player_loc>
                        <video:duration>582</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231108-231109042/pilu-remaja-penghapal-alquran-alami-kelainan-tulang-yang-mudah-patah]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Pilu Remaja Penghapal Alquran Alami Kelainan Tulang yang Mudah Patah]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Siang itu, setengah berbaring, Muhammad Fahri As Sidiq (17) membaca jalinan ayat suci dengan lirih. Dia hanya bisa berbaring dan tidak bisa duduk sempurna karena penyakit Osteogensis Imperfecta yang dideritanya. Penyakit kelainan tulang ini sudah dialaminya sejak umurnya 5 tahun ang menyebabkan tulangnya mudah patah atau rapuh. Diketahui jenis penyakit ini langka dan terdeteksi 1 dari tiap 20 ribu sampai 50 ribu kelahiran.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/08/2-20231108173008-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231109042</video:player_loc>
                        <video:duration>518</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231102-231102041/haru-cinta-ibu-puasa-seminggu-demi-beri-makan-anak-penderita-kelainan-mental]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Haru Cinta Ibu, Puasa Seminggu demi Beri Makan Anak Penderita Kelainan Mental]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Cerita penuh cinta dan pengorbanan datang dari kampung Cimerang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Di sebuah gubuk berdinding papan tua tanpa aliran listrik, Komariah bertahan dengan getirnya hidup yang ia jalani di usia senja dan merawat putri semata wayangnya, Imas yang alami gangguan jiwa.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/11/02/NAIK-20231102010826-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231102041</video:player_loc>
                        <video:duration>364</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231026-231027042/tangis-ibu-omin-pedih-ratapi-nasib-jadi-penopang-keluarga-besar]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Tangis Ibu Omin Pedih Ratapi Nasib Jadi Penopang Keluarga Besar]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tangis Bu Omin tumpah seolah seluruh beban di pundaknya luruh menjadi bulir air mata. Kesedihannya meluap dan dia hanya berucap &quot;Cuma...sudah nasib,&quot; ungkapnya lirih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terakhir kali ketika tim berbuatbaik.id datang ke sana, Ibu Omin masih tinggal di rumah dengan dinding anyaman bambu. Terkadang atap rumahnya pun bocor. Namun dengan bantuan donasi dari Sahabat Baik, Ibu Omin bisa merenovasi rumahnya. Kini rumahnya berdiri dengan dua lantai. Ibu Omin juga membeli seperangkat sofa dan televisi baru.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/10/26/dfsf-20231026180656-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231027042</video:player_loc>
                        <video:duration>393</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231019-231020043/kakek-tuna-netra-pemecah-batu-hidupi-banyak-anak-asuh-yatim-piatu]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Kakek Tuna Netra Pemecah Batu Hidupi Banyak Anak Asuh Yatim Piatu]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kakek Sarono (65) menghitung pelan langkah-langkah kakinya setiap kali berangkat menuju tempatnya bekerja. Menempuh jarak sejauh 800 meter dengan kondisi mata yang buta membuat Kakek Sarono harus mengambil langkah hati-hati. Tongkat yang digenggamnya juga menjadi penunjuk jalan sehari-hari. Dekat dari kediamannya di RT 003 RW 009 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kakek Sarono bekerja sebagai pemecah batu material.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/10/19/fdsfsdf-20231019162359-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231020043</video:player_loc>
                        <video:duration>588</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231013-231014041/berbuatbaik-id-bareng-uncle-teebob-salurkan-bantuan-untuk-banjir-karawang]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[berbuatbaik.id Bareng Uncle Teebob Salurkan Bantuan untuk Banjir Karawang]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Banjir Karawang yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan duka. Namun kesedihan itu perlahan pulih seiring surutnya banjir. Sejak banjir menerpa Karawang, tim berbuatbaik.id langsung bergerak melalui tangan-tangan sahabat baik lainnya, seperti Uncle Teebob atau Tubagus Zainal Arifin beserta relawan lainnya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/10/13/Youtube_-_Air_Bersih_Uncle_Teebob-20231013233106-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231014041</video:player_loc>
                        <video:duration>168</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20231003-231004041/perjuangan-keluarga-tukang-bengkel-jemput-kesembuhan-anak-hidrosefalus]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Perjuangan Keluarga Tukang Bengkel Jemput Kesembuhan Anak Hidrosefalus]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Setiap anak yang dilahirkan ke dunia adalah karunia yang Tuhan titipkan bagi keluarga. Setiap orang tua juga mengharapkan anak-anak mereka untuk lahir dan tumbuh dengan sempurna serta sehat. Namun Tuhan berkehendak lain pada. Rusina dan Jamhuriryani, pasutri yang tinggal di Desa Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/10/03/2-20231003165636-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/231004041</video:player_loc>
                        <video:duration>367</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230922-230925041/senyum-mak-oom-sudah-punya-warung-hingga-ternak-kambing]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Senyum Mak Oom, Sudah Punya Warung hingga Ternak Kambing]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Pelukan Mak Oom menyambut kedatangan tim berbuatbaik.id siang itu di kediamannya di Garut, Jawa Barat. Tampak raut muka bahagia terpancar dari wajahnya yang semakin menua. Mak pun mulai bercerita banyak hal yang berubah setelah berbuatbaik.id menyalurkan donasi secara bertahap hingga purna sebesar Rp 18.514.000. Kini Mak sudah mempunyai warung untuk menambah penghasilan bahkan sudah punya usaha ternak kambing.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/09/22/BBBB-20230922153544-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230925041</video:player_loc>
                        <video:duration>485</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230914-230915041/nasib-malang-2-anak-buruh-harian-pasar-alami-penyakit-lumpuh-otak]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Nasib Malang 2 Anak Buruh Harian Pasar Alami Penyakit Lumpuh Otak]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya datang dalam bentuk yang berbeda-beda. Asep Heryana dan Susi Widiastuti dikaruniai dua malaikat kecil bernama Alkha (12) dan Akhtar (5) yang mengalami cerebral palsy sejak dini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka berdua hanya mampu terbaring kaku di tempat tidur dan tak mampu melakukan aktivitas lain seperti anak pada umumnya. Kegiatan seperti makan, minum,dan ganti baju sama sekali tak dapat mereka lakukan kecuali dengan bantuan ibunya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/09/14/kkkkk-20230914163242-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230915041</video:player_loc>
                        <video:duration>521</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230907-230908041/parmi-berurai-air-mata-ungkap-alasan-mulai-budidaya-ikan-demi-si-mbok]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Parmi Berurai Air Mata Ungkap Alasan Mulai Budidaya Ikan demi Si Mbok]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Donasi berbuatbaik.id dirasakan betul bagi Parmi. Tim berbuatbaik.id yang terbang langsung dari Jakarta menemui Parmi dan melihat proses pembangunan MCK serta budidaya ikan di kediamannya, Bantul, Yogyakarta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Parmi mengatakan sudah mulai budidaya ikan beberapa bulan belakangan. Dia membeli ikan lele dan jenis ikan lainnya seharga Rp 2.000 per ekor sebanyak 300 ekor. Namun Parmi mengaku sempat mengalami kegagalan karena ikan-ikan yang dia beli mati.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/09/07/BBB-20230907161949-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230908041</video:player_loc>
                        <video:duration>644</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230822-230823041/pernah-diikat-karena-sering-berguling-ke-jalan-anak-lumpuh-otak-ini-tengah-berjuang-sembuh]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Pernah Diikat karena Sering Berguling ke Jalan, Anak Lumpuh Otak Ini Tengah Berjuang Sembuh]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu Eko, penderita cerebral palsy, menjadi viral lantaran saat itu kaki Eko diikat di tiang penyangga rumah oleh keluarganya. Bukan tanpa sebab, Eko diikat lantaran kerap berguling-guling dari rumah hingga jalan. Sehingga keluarganya khawatir, jika dibiarkan berguling, berbahaya untuk Eko.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/08/22/222-20230822172614-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230823041</video:player_loc>
                        <video:duration>526</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230811-230812041/punya-3-anak-disabilitas-mental-ketabahan-wayan-dan-ketut-mengiris-hati]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Punya 3 Anak Disabilitas Mental, Ketabahan Wayan dan Ketut Mengiris Hati]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Tak pernah terbayangkan di benak I Wayan Dana (50) dan Ketut Simpen mempunyai 3 anak yang mengalami disabilitas. Mereka adalah Wayan Widiani (21) Komang Juniasih (20) dan Komang Sudarsana (18) yang tinggal di Desa Buda Kling, Bebandem, Karangasem, Bali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketiganya bergantung pada orangtuanya karena tak sanggup menopang berat badannya sendiri. Jadi setiap kali bangun, ketiganya lantas digendong sang ayah keluar menikmati udara pagi.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/08/11/BB_2-20230811171037-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230812041</video:player_loc>
                        <video:duration>1581</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230803-230804041/berbagi-sembako-hingga-kambing-untuk-yayasan-odgj-di-cianjur]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Berbagi Sembako hingga Kambing untuk Yayasan ODGJ di Cianjur]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;berbuatbaik.id menyambangi Yayasan Rumah Pulih Jiwa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bantuan berupa sembako dan tiga ekor kambing diberikan untuk pemberdayaan ekonomi para penyandang gangguan kejiwaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedatangan berbuatbaik disambut oleh para pasien gangguan kejiwaan yang tengah menjalani rehabilitasi di yayasan yang berlokasi di Jalan Raya Bandung, Kampung Pasirgudang, Desa Cibiuk, Kabupaten Cianjur.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/08/03/YAYASAN_RUMAH_PULIH_JIWA_1-20230803152503-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230804041</video:player_loc>
                        <video:duration>316</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230725-230726041/adik-berbakti-nyoman-tetap-setia-sendiri-temani-kakak-yang-alami-disabilitas]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Adik Berbakti, Nyoman Tetap Setia Sendiri Temani Kakak yang Alami Disabilitas]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Pagi bagi I Nyoman Arta (50) merupakan waktu dimulainya perjuangan mencari nafkah. Warga Desa Ngis Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, Bali, ini sudah bolak balik memikul 9 jeriken berisi tuak aren.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dia harus kerja ekstra keras ketika musim pancaroba dan musim penghujan tiba karena penghasilan penyadap aren di musim itu bisa berkurang hampir setengahnya.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/07/25/BB_2-20230725191706-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230726041</video:player_loc>
                        <video:duration>549</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            
                <url>
                    <loc>
                        <![CDATA[https://20.detik.com/berbuat-baik/20230713-230714041/disabilitas-tak-lantas-buat-maryani-berputus-asa-jalani-hidup-dari-menambal-ban]]>
                    </loc>
                    <video:video>
                        <video:title><![CDATA[Disabilitas Tak Lantas Buat Maryani Berputus Asa, Jalani Hidup dari Menambal Ban]]></video:title>
                        <video:description><![CDATA[&lt;p&gt;Bekerja adalah cara menjadi manusia seutuhnya. Maryani menyadari betul hal itu meskipun fisiknya sudah terbatas lantaran kecelakaan hingga membuat tulang pergelangan kaki kiri dan kanan serta bahunya bergeser. Tak mau menyerah sejumlah tindakan medis hingga pengobatan alternatif dia pernah jalani.&lt;/p&gt;]]></video:description>
                        <video:thumbnail_loc>https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2023/07/13/BB_Maryani-20230713181532-custom.jpg</video:thumbnail_loc>
                        <video:category><![CDATA[ 20DETIK ]]></video:category>
                        <video:player_loc autoplay="ap=1">https://20.detik.com/embed/230714041</video:player_loc>
                        <video:duration>409</video:duration>
                    </video:video>
                </url>
            </urlset>