Ratusan warga Cianjur berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Timur Tengah setiap pekannya. Diduga terdapat peran oknum di berbagai instansi untuk memuluskan pemberangkatan di tengah moratorium, menyebabkan semakin banyak orang yang terjerumus dalam lingkaran perdagangan orang berkedok PMI.
Wakil Ketua Federasi Buruh Migran Nusantara, Ali Hildan, mengungkapkan berdasarkan hasil penelusuran dan pendataan pada 2025 lalu, pihaknya mendapati ada sekitar 100-200 warga Cianjur yang diberangkatkan menjadi PMI melalui jalur nonprosedural.










































