Baru-baru ini beredar video yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS. Informasi tersebut bahkan menyebut mayoritas kasus didominasi kalangan pelajar sehingga menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo pun memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa angka yang beredar tidak sesuai dengan data resmi. Perbedaan metode pencatatan antara Dinkes dan Yayasan Delta Crisis Center (DCC) juga menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan angka yang beredar di publik.










































