Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menjadi perhatian. Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan terus meluas hingga memaksa pengelola menutup sebagian akses wisata demi mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung. Diketahui setiap musim kemarau kawasan Gunung Bromo rawan terjadi kebakaran.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Probolinggo, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 7,9 hektare, meski angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan perkembangan kebakaran di lapangan.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual seperti kepyok dan backpack sprayer karena kondisi medan yang curam membuat kendaraan maupun peralatan berat sulit menjangkau lokasi kebakaran serta terkendala juga oleh embusan angin kencang.










































