Orang utan Kalimantan bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sempurna diduga terdampak paparan asap karhutla.
Sempurna sempat mendapat penanganan medis setelah dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Namun, kondisinya tak tertolong dan Sempurna dinyatakan meninggal pada 1 September 2026.










































