detikSore mengundang seorang ilmuwan perempuan berprestasi yang memiliki ketertarikan meneliti spesies keong darat. Hal ini bermula ketika Ayu Savitri melihat lendir bekicot digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan luka. Ketertarikan tersebut membawanya menekuni bidang biologi hingga meraih gelar doktor dan menjadi peneliti keong darat. Sejak 2019, dirinya telah menemukan 23 spesies keong darat baru di Indonesia.
Tak hanya meneliti, Ayu juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keong darat endemik Indonesia. Menurutnya, minimnya pemahaman masyarakat membuat habitat spesies asli Indonesia rentan terancam. Karena itu, Ayu terus mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui penelitian dan edukasi.
Lantas, apa yang membuat keong menjadi hewan yang spesial untuk diteliti? Bagaimana proses penelitian yang dilakukan hingga menemukan 23 spesies baru di Indonesia? temukan jawaban selengkapnya bersama Ayu Savitri dalam segmen Sunsetalk.











































