Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University dan Southern Cross University (Australia) menemukan seni cadas tertua di dunia, yakni lukisan purba pada dinding batu. Temuan ini berupa cap tangan yang ditemukan di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara dengan usia sekitar 67.800 tahun.
Prof. Adam Brumm dari Griffith University menyoroti keunikan bentuk jarinya yang menyerupai cakar, yang kemungkinan menyimbolkan hubungan erat antara manusia dan hewan. Selain itu, temuan ini membuktikan bahwa manusia telah sengaja menyeberangi lautan sejak 70.000 tahun silam. Peneliti BRIN, Adhi Agus Oktaviana, meyakini bahwa pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi manusia purba yang bermigrasi ke arah timur hingga akhirnya mencapai Australia.