Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin merasa kecewa karena hanya diperbolehkan menitipkan surat tanpa kesempatan audiensi saat mendatangi Sekretariat Negara pada Rabu (28/1).
Kedatangan mereka bertujuan untuk melaporkan nasib 2.500 pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang terancam kehilangan mata pencaharian serta belum menerima gaji selama empat bulan.











































