Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebut per 12 Januari 2026 telah diresmikan 166 Sekolah Rakyat Rintisan di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Total siswa sekolah rakyat hampir menyentuh 16 ribu siswa.
Qodari mengatakan anak Sekolah Rakyat jika tidak dibantu negara mereka akan putus sekolah. Ia mengatakan program ini menyasar desil 1-2 sebagai kelompok invisible people yang belum terjangkau layanan pendidikan.