Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan bahwa keraguan masyarakat untuk memberikan imunisasi pada anak menjadi faktor utama komplikasi campak di Indonesia.
Meski sempat mencapai target aman di atas 95%, saat ini penurunan cakupan hingga ke angka 80% dinilai sudah cukup untuk memicu darurat kesehatan karena sifat virus yang sangat menular.