Perwakilan WHO di Lebanon, Abdinasir Abubakar, menyebut sejumlah perlengkapan penanganan trauma seperti obat-obatan, antibiotik, dan anestesi sudah menipis dan bisa habis dalam waktu dekat jika situasi terus memburuk.
Lonjakan korban akibat serangan besar-besaran membuat sistem kesehatan kewalahan, dengan rumah sakit dan tenaga medis berada di bawah tekanan luar biasa.
WHO juga memperingatkan kekurangan obat untuk penyakit kronis seperti insulin, serta risiko meningkatnya korban jiwa jika pasokan tidak segera dipenuhi.











































