Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung melalui rekayasa genetika atau sterilisasi bukanlah solusi yang ideal saat ini.
Meski secara teknis memungkinkan, menurut para peneliti BRIN, langkah tersebut dianggap memakan biaya besar dan memiliki risiko ekologi yang panjang.