Setibanya di Madinah, Mbah Mardijiyono tidak meminta dunia. Di usianya yang telah mencapai satu abad, ia hanya ingin satu hal: fokus beribadah kepada Sang Pencipta.
Kisah jemaah haji tertua asal Karanganom, Bantul ini mengajarkan kita tentang arti kepasrahan dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bahwa di akhir perjalanan, hanya ketulusan yang kita bawa menghadap-Nya