Deki dikenal sebagai sosok yang mandiri dan disiplin dalam kesehariannya. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia mampu menjalani aktivitasnya sendiri, mulai dari bangun pagi hingga mempersiapkan kebutuhan sekolah tanpa bergantung pada orang lain. Saat ini, Deki juga tinggal di asrama dan tetap menjalani rutinitasnya dengan penuh semangat.
Kondisi tersebut bermula dari kecelakaan yang dialaminya saat berusia 6 tahun, ketika kakinya terlindas truk. Namun hal itu tak membuatnya menyerah. Justru, Deki tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan optimistis dalam menjalani kehidupan.
Lewat perannya sebagai pemimpin upacara, Deki membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melangkah dan memimpin. Baginya, setiap langkah adalah kemenangan kecil, dan dengan rasa syukur, ia terus membuktikan bahwa semangat dan tekad jauh lebih besar dari keterbatasan.