Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir rob kali ini juga merendam sekitar 2.000 hektare tambak yang menjadi sumber mata pencaharian warga. Sejumlah petambak mengaku khawatir karena genangan air laut berpotensi memengaruhi hasil budidaya dan menyebabkan kerugian ekonomi.
Warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pesisir Sedati.










































