Scroll atau gunakan tombol
[]
[
]
serta klik panah di sisi kanan
untuk menjelajahi feed video.
"Terdapat pula krisis anak yatim piatu yang parah, dengan perkiraan 58.554 anak yang kehilangan satu atau kedua orang tua antara 7 Oktober 2023 dan 7 Oktober 2025," ungkap Srinivasan di Jenewa, Swiss, Selasa (23/6).
Tidak hanya itu, zionis Israel juga memberikan gangguan sistematis terhadap kemampuan anak-anak Palestina untuk belajar. Tujuannya yakni merusak pondasi intelektual dan sosial masyarakat Palestina.
"Temuan Komisi menunjukkan bahwa Israel menargetkan anak-anak untuk melemahkan vitalitas demografis dan menolak hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," lanjut Srinivasan.