"Ini adalah kebijakan paling menyeluruh di jenisnya di seluruh negeri, dan semuanya bermula dari satu prinsip sederhana: anak-anak membutuhkan guru dan interaksi antarmanusia untuk belajar serta berkembang," ujar Mamdani dalam konferensi pers.
"Anak berusia enam tahun masih terlalu muda untuk mengiris bawang, menggoreng telur, atau menggunakan kompor dengan aman. Namun, saat anak itu berusia 16 tahun, ia sudah cukup dewasa untuk mempelajari hal-hal tersebut. Prinsip yang sama berlaku untuk AI," jelasnya.