Berawal dari keresahan melihat anak-anak bermain bola di ruang seadanya, Kiwil dan teman-temannya membentuk Liga Akamsi di kawasan pemukiman padat Jakarta. Lewat slogan "beri panggung untuk kampung", mereka menghadirkan ruang berekspresi bagi bocah kecil (bocil), agar tetap bisa bermimpi dari sudut-sudut gang ibu kota yang sering luput dari perhatian.