25
Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban Tunjukkan Peningkatan Disiplin dan Prestasi

Di Tuban, Sekolah Rakyat Terintegrasi delapan belas mulai menunjukkan hasil yang bisa diukur, bukan sekadar klaim. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Gus Ipul, menilai setelah empat bulan berjalan, perubahan terlihat nyata pada disiplin, karakter, serta capaian prestasi akademik dan non akademik siswa. Penilaian itu disampaikan Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN bersama camat, kepala desa, pilar pilar sosial, dan orang tua siswa.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, serta Pemerintah Kabupaten Tuban yang konsisten mendukung Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo untuk mengetaskan kemiskinan. Ia menegaskan, Sekolah Rakyat adalah miniatur pengentasan kemiskinan, karena menyasar anak dari keluarga desil satu dan dua, sekaligus melibatkan orang tua melalui program pemberdayaan agar keluarga ikut naik kelas.

Di acara itu, siswa SRT delapan belas Tuban menampilkan potensi mereka. Ada pidato Bahasa Inggris oleh Bilqis Shofa, pidato Bahasa Arab oleh Amaludin, Tari Lencir Kuning, hingga monolog, pantomim, paduan suara, dan pembacaan puisi.

Secara nasional, Sekolah Rakyat rintisan sudah hadir di seratus enam puluh enam titik dengan lebih dari lima belas ribu siswa. Sementara seratus empat sekolah permanen mulai dibangun. Di Tuban, Bupati Aditya Halindra menyebut pembangunan sekolah permanen sudah dimulai di lahan lima sampai tujuh hektare di Desa Mondokan, ditargetkan rampung akhir dua ribu dua puluh enam dan beroperasi pada dua ribu dua puluh tujuh.

8,280 Views
Senin, 09 Feb 2026 21:26 WIB