Bupati Fadia Arafiq disebut ngotot memuluskan agar perusahaan keluarganya memenangkan tender proyek di Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Meski telah diingatkan oleh Sekda terkait potensi konflik kepentingan, Fadia justru tetap mendorong proses yang menguntungkan pihak keluarga.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti awal aliran uang proyek yang diduga dinikmati oleh keluarga dekat Fadia, termasuk suami dan anaknya.