Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengungkap dampak dari 11 hari agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu. Iran menyebut lebih dari 1.300 warga sipil gugur dan ribuan fasilitas umum, termasuk sekolah serta rumah sakit, hancur akibat serangan udara yang tak henti. Teheran menuding operasi ini sebagai kejahatan perang yang sengaja menargetkan infrastruktur sipil untuk menimbulkan penderitaan maksimal bagi rakyat Iran.