Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan 3 skenario Haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. Pertama berupa keberangkatan haji dengan mitigasi pengalihan rute penerbangan (air bridge).
Kedua, pembatalan keberangkatan secara mandiri oleh Indonesia jika risiko keamanan dinilai terlalu besar bagi keselamatan warga negara. Dan skenario ketiga dilakukan jika Arab Saudi menutup akses haji secara total, sehingga pemerintah fokus pada penyelamatan dana layanan serta prioritas keberangkatan di tahun mendatang.