Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memutuskan meniadakan acara open house Hari Raya Idulfitri yang biasanya digelar instansi pemerintah. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan milik pemerintah.
Melalui pernyataan di akun X resminya, Anwar menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan harga energi.