Pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, berubah menjadi maut. Pemilik hajatan tewas karena dikeroyok sejumlah preman yang meminta jatah.
Korban sempat memberi uang Rp 100 ribu, namun preman malah minta jatah Rp 500 ribu. Keributan pun tak terhindarkan hingga akhirnya korban pingsan lalu meninggal.