Serangan Israel ke Lebanon bikin kesepakatan gencatan senjata Iran-AS goyah?
Muncul laporan pada Rabu (8/4) dari media pemerintah Iran bahwa negara itu kembali menutup Selat Hormuz karena Israel menyerang Lebanon. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah tahu kabar itu.
"Presiden telah mengetahui laporan-laporan tersebut sebelum saya naik ke podium. Itu sama sekali tidak bisa diterima," ujar Leavitt dalam konferensi pers. " Saya akan mengulangi ekspektasi dan tuntutan Presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali, segera, cepat, dan aman. Telah disampaikan kepadanya secara pribadi bahwa itulah yang sedang terjadi dan laporan-laporan publik ini salah."
Data Marine Traffic pada Kamis (9/4) memperlihatkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz tak banyak berubah setelah pengumuman gencatan senjata. Di sisi lain, Iran sudah menyebut serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran klausul dari beberapa poin penting sebelum negosiasi.
"Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidaklah masuk akal," tulis Jubir Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, dalam pernyataannya.