Bagi seorang petani, sawah adalah harta paling berharga. Namun bagi Mbah Sarjo (71), perintah Tuhan jauh melampaui kepemilikan dunia. Meski kini hanya bisa beraktivitas di rumah karena kehilangan penglihatan, semangatnya tetap menyala untuk menyiapkan "sangu" kepulangan ke haribaan-Nya. Inilah bukti nyata bahwa panggilan haji hanya milik mereka yang yakin.
Petani Kulon Progo ini mengajarkan kita satu hal, perjalanan ke Tanah Suci tidak dimulai dari tebalnya dompet, melainkan dari besarnya niat.
Tonton juga berita video lainnya di sini ya