Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan alasan naiknya suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen. Kenaikan itu diambil tiba-tiba di luar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan.
Perry mengatakan, keputusan menaikkan BI Rate secara tiba-tiba dilatarbelakangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin dalam. Perry mengakui, pelemahan Rupiah melebihi proyeksi BI.