Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tetap siap untuk pembicaraan damai dengan Ukraina. Pembicaraan tersebut harus didasarkan pada kesepakatan yang dicapai di Istanbul pada tahun 2022.
Ia juga menambahkan bahwa Ukraina melakukan serangan terhadap Rusia agar dapat berbicara dari "posisi yang kuat" dalam negosiasi perdamaian, jika negosiasi tersebut dilanjutkan.