Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengakui ada dampak efisiensi anggaran terhadap giat literasi. Salah satu yang ia contohkan yakni bantuan buku ke desa hingga Taman Baca Masyarakat.
"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu," ungkap Aminudin Aziz dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Kamis (16/7).
"Kami kan membuat inisiatif pembagian buku ke setiap desa, Taman Baca Masyarakat, Lapas, Puskesmas, itu tahun 2024-2025 satu lokus satu 1000 buku. Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," jelasnya.
Aminudin menjelaskan pada 2025, Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar. Namun, sempat diblokir Rp 132 miliar sehingga anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 589,5 miliar.