Iran mengklaim melancarkan tiga gelombang serangan rudal dan drone terhadap aset militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. IRGC menyebut serangan tersebut menghantam fasilitas pemeliharaan drone, kapal-kapal Task Force 59, hingga fasilitas pasukan komando khusus AS.
Di tengah eskalasi, AS dan Iran sama-sama menyatakan masih terbuka terhadap diplomasi. Namun, Iran menegaskan akan terus melakukan operasi militer defensif selama serangan AS masih berlanjut.