Istana buka suara soal pernyataan yang menyebut istilah "londo ireng". Lewat Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, sebutan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh wartawan, pengamat, maupun LSM, melainkan hanya kepada oknum yang dinilai memiliki agenda tertentu.
Dia menyinggung, orang yang contraflow itu selama ini merasa menjadi pejuang yang punya misi suci untuk menegakkan kebenaran.
"Jika ada londo ireng yang menggunakan pakaian wartawan, pakaian jurnalis, pakaian pengamat, pakaian LSM, bukan berarti semua LSM, wartawan dan pengamat adalah Lundok Ireng. Itu namanya memaksakan kontra flow ya," kata Hasan Nasbi.