Presiden Prabowo Subianto menyoroti penggunaan APBN untuk pengadaan barang yang dinilai belum efektif dan terkoordinasi. Menurutnya, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah masih suka membeli barang dengan spesifikasi sama secara sendiri-sendiri dengan harga yang berbeda.
Prabowo menilai pola tersebut membuat pembelian terpecah dan melemahkan daya tawar negara. Ia meminta penggunaan APBN untuk pengadaan barang dilakukan lebih terkoordinasi.