Di Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, bunyi gamelan terdengar bersahutan dari sebuah ruangan. Ternyata, setiap minggu, sekitar 20 orang yang tengah berusia lanjut rutin berkumpul untuk memainkan gamelan. Mereka tergabung dalam kelompok karawitan Wreda Laras.
Kami, para mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang tengah KKN di sana, tak ingin datang hanya sebagai penikmat saja. Kami duduk mengelilingi seperangkat gamelan, belajar dari Pak Djimin yang merupakan pemimpin kelompok karawitan, seraya berharap karawitan ini dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.