"Atas usulan pihak AS, Republik Korea (Korea Selatan) dan Amerika Serikat sepakat melakukan penyesuaian tertentu terhadap durasi, skala, dan aspek-aspek lain dari latihan (gabungan) tersebut," kata Direktur Urusan Publik Kepala Staf Gabungan Kapten Jang Do Young dalam konferensi pers hari ini, Rabu (19/8).
Latihan militer gabungan AS dan Korsel akhirnya dipangkas, dan akan berlangsung hanya sampai 21 Agustus. Keputusan ini tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pada Minggu (16/8) untuk 'mengurangi secara signifikan' partisipasi AS dalam latihan tahunan ini. Alasan Trump yakni karena hubungan yang sangat baik antara dirinya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.