Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyelesaikan konflik dan perang yang terjadi di dunia. Ia menyebut hal tersebut sebagai pertanyaan besar baginya.
Megawati juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB agar negara-negara yang sebelumnya belum merdeka turut mendapat tempat. Hal itu disampaikan saat berdialog dengan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dan sejumlah peraih Nobel serta Turing Award di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026).