Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memastikan hingga Minggu pagi (6/9), 20 tsunami gauge di Selat Sunda belum mendeteksi adanya anomali muka air laut pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hasil pantauan High Frequency Radar di Carita dan Tanjung Lesung juga menunjukkan potensi terjadinya tsunami masih tergolong rendah. Meski begitu, BMKG terus bersiaga penuh dengan mengaktifkan radar ke tsunami mode yang mampu memantau gelombang hingga radius 150 kilometer dari pantai.
Pantau terus informasi resmi dan jangan mudah terprovokasi isu hoaks ya, Detikers!