Paparan arsenik terus-menerus disebut bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kanker paru-paru. Pakar dan Guru Besar IPB University Nuri Andarwulan mengatakan temuan itu berasal dari penelitian pada tikus yang dikaitkan dampaknya pada manusia.
Ia mengimbau agar masyarakat mengubah pola makan dengan lebih melakukan diversifikasi pangan yang dkikonsumsi