Korban pembakaran oleh bosnya, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar sekitar 68 persen dan trauma inhalasi yang menyebabkan kerusakan cukup luas pada jaringan paru-parunya.
Kepala ICU RSUP Prof Ngoerah, dr. Putu Kurniyanta, mengatakan kondisi GS sejak awal dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah sudah tergolong kritis. Selain luka bakar yang luas, I Gede Selamet juga mengalami trauma inhalasi akibat menghirup uap panas saat kejadian.