Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan telah memberikan rencana konkret selama tujuh hari kepada Amerika Serikat (AS) lewat Qatar. Rencana ini mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi, selat tersebut dapat dibuka kembali dan jalur pelayaran normal dipulihkan dalam waktu 7 hari," kata Araghchi dalam pernyataannya di PBB, New York, Jumat (25/9).