Badan Geologi mengonfirmasi informasi yang beredar di media sosial mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) adalah hoaks. Narasi viral tersebut diketahui merupakan hasil editan dari konten resmi milik Badan Geologi.
Meskipun Gunung Anak Krakatau sempat mengalami erupsi pada 5 Oktober lalu, statusnya saat ini dipastikan tetap berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.