Musim kemarau panjang membawa berkah tersendiri bagi para petani mangga klonal 21 atau mangga alpukat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Cuaca cerah tanpa hujan membuat kualitas fisik buah lebih mulus dan rasa manisnya makin terjaga.
Salah satu petani asal Desa Wonokerto, Sugiono, mampu memanen hingga 6 kuintal mangga alpukat per hari dengan omzet mencapai Rp5 juta. Permintaan pun terus membludak hingga dikirim ke Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Pulau Sumatera. Selain rasanya yang khas, mangga ini digemari karena cara santapnya yang praktis cukup diputar seperti buah alpukat.