Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku terkejut karena Amerika Serikat (AS) yang pertama kali dituding terkait kerusuhan di negara-negara Eropa, bukan negaranya. Meski akhirnya Rusia tetap diseret sebagai penyebab munculnya chaos tersebut.
"Hal ini terasa aneh dan sama sekali tidak terduga, karena saya tidak menyangka para pemimpin Eropa akan menyerang sekutu utama sekaligus pelindung mereka di seberang samudra dengan cara seperti itu," kata Putin.
"Tapi, mereka langsung sadar lagi dan kembali melontarkan tuduhan-tuduhan lama terhadap Federasi Rusia," tambahnya.