Pemerintah buka suara di tengah gejolak nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) yang tembus Rp 18.000 dan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.839. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, selagi inflasi masih terjaga, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus berkoordinasi secara intens untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD ini.