Keluarga almarhum Sutrimo akhirnya melaporkan kematian pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, ke Polresta Banyumas. Bahkan keluarga bersedia dilakukan autopsi dan ekshumasi jika dibutuhkan oleh negara terhadap makam Sutrimo.
Sebelumnya, keluarga menganggap kematian Sutrimo sebagai hal wajar karena tidak menemukan tanda mencurigakan pada jenazah.