Kementerian Kesehatan RI mencatat tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Then Suyanti, menyebut Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih mengalami peningkatan tren kasus dibandingkan tahun sebelumnya, meski terdapat tren penurunan.
Secara kumulatif, kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 333.470 kasus. Dari jumlah tersebut, 75.172 kasus dialami balita berusia di bawah lima tahun.