Curah hujan tinggi yang melanda Indonesia pada akhir tahun 2025 dipicu oleh dua fenomena iklim global yang terjadi bersamaan. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebutkan adanya La Nina lemah di Samudra Pasifik dengan indeks -0,77 yang ditandai oleh pendinginan wilayah Pasifik tengah.
Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dengan indeks -0,83 menyebabkan perairan Samudra Hindia di dekat Indonesia menjadi lebih hangat. Kondisi ini yang menyebabkan curah hujan tinggi di Indonesia.
Klik di sini untuk menonton video lainnya.