Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan ketertarikan investor asing terhadap Indonesia tetap kuat. Hal ini terlihat dari respons positif pasar global terhadap penerbitan obligasi Danantara senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,55 triliun (kurs Rp 17.704).
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan oversubscribe terhadap obligasi global ini mencapai 3 kali dengan puncak pemesanan US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 81,40 triliun. Hal ini mencerminkan tingginya minat investor global terhadap obligasi Danantara.











































