Dua puluh tahun lalu gempa Yogyakarta meluluhlantakkan ribuan rumah dalam waktu kurang dari 1 menit. Lebih dari 5 ribu orang meninggal dan puluhan ribu lainnya terluka. Gempa Yogya pada 2006 mengubah hidup Sulistyo Pradana (27). Bencana tersebut membuatnya kehilangan kaki kanan. Perundungan yang pernah dialaminya justru memecutnya untuk terus bertahan dan membuktikan kemampuan diri. Kini, Sulistyo berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan bekerja sebagai programmer komputer. Tinggal di dekat Sesar Opak–sesar aktif yang memicu gempa dahsyat 2006 dan masih berpotensi menimbulkan aktivitas gempa—membuat dirinya dan keluarga terus meningkatkan kewaspadaan serta mitigasi bencana.











































