Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan gelombang panas (heat wave) sering terjadi di Amerika, Eropa, dan Asia Timur dengan suhu di atas 45°C. Menurutnya, fenomena serupa berpotensi kecil terjadi di Indonesia karena pergerakan udara yang vertikal mencegah panas ekstrem masuk ke wilayah Tanah Air.
Namun, Ardhasena mengingatkan agar tetap waspada terhadap perubahan iklim jangka panjang. Karena kenaikan suhu dan kelembapan secara bertahap berpotensi menimbulkan efek negatif bagi iklim.
Tonton video lainnya di sini!