Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam Operasi Absolute Resolve AS pada Sabtu (3/1). Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam tindakan AS ini. Tak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga Piagam PBB.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pun mengkritik narasi yang seolah membenarkan tindakan AS terhadap Venezuela. Salah satu contohnya yakni pernyataan Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz.
"Ini bukan perubahan rezim, ini keadilan. Maduro adalah seorang diktator yang didakwa dan tidak sah yang memimpin organisasi terorisme narkoba yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga negara Amerika," tulis Waltz dalam akun X miliknya.
"Narasi yang muncul berupaya membenarkan intervensi militer AS sebagai tanggapan terhadap catatan hak asasi manusia pemerintah Maduro yang mengerikan," ungkap jubir OHCHR Ravina Shamdasani dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (6/1).
"Intervensi militer ini yang bertentangan dengan kedaulatan Venezuela dan Piagam PBB merusak arsitektur keamanan internasional membuat setiap negara kurang aman. Dan tidak ada tipu muslihat atau pengalihan perhatian yang bisa mengubah fakta-fakta ini," tambahnya.